DetikNews
Rabu 14 November 2018, 18:27 WIB

Usia dan Renovasi Taman Sebabkan Banyak Pohon Tumbang di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Usia dan Renovasi Taman Sebabkan Banyak Pohon Tumbang di Solo Pohon tumbang timpa mobil di Solo, beberapa waktu lalu. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Memasuki musim penghujan, kejadian pohon tumbang sudah beberapa kali terjadi di Solo. Selain usia pohon yang sudah tua, berbagai proyek pembangunan Pemkot Surakarta turut menjadi faktor penyebab tumbangnya pohon.

Kejadian pohon tumbang sudah terjadi beberapa kali terjadi di Solo. Yang terbaru ialah pohon tumbang di halaman Benteng Vastenburg yang menimpa sebuah mobil.

Selain usia pohon yang sudah tua, berbagai proyek pembangunan Pemkot Surakarta turut menjadi faktor penyebab tumbangnya pohon. Seringkali proyek-proyek itu bersinggungan dengan keberadaan pohon.


Sebut saja proyek renovasi citywalk Jalan Slamet Riyadi ataupun pemasangan paving di Benteng Vastenburg. Adanya proses pengerukan tanah sedikit banyak mempengaruhi kekuatan pohon.

"Misal tutupan lahan itu biasanya 50 cm dari leher akar. Misal dikeruk 20 cm, nanti kekuatan cengkeramannya berbeda," ujar Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta, Luluk Nurhayati, Rabu (14/11/2018).

Untuk mengantisipasi pohon tumbang, DLH melakukan beberapa langkah. DLH akan mengganti pohon-pohon tua dengan pohon baru.
Usia dan Renovasi Taman Sebabkan Banyak Pohon Tumbang di SoloPohon flamboyan tumbang menimpa mobil di Solo, kemarin. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Secara rutin, DLH bersama BPBD dan dinas terkait juga melakukan pemangkasan ranting agar mengurangi beban batang pohon. Selain ranting, akar pohon yang melebar juga akan dipangkas. Tujuannya agar akar pohon tumbuh ke bawah, bukan melebar.

"Caranya ialah dengan memangkas akar sekaligus dahannya. Karena lebarnya dahan akan diikuti akar yang melebar. Maka dahan dan akar harus rutin dipangkas," kata Luluk.


Mengenai pendataan pohon, DLH terakhir melakukannya pada 2015. Saat itu terdapat sekitar 1.000 pohon yang rusak, 20 persennya sudah selayaknya diganti pohon baru.

Baru tahun 2017 kemarin dilakukan pendataan lagi melalui program KTP Pohon. Namun program ini baru dilakukan di Jalan Slamet Riyadi.

"Itupun datanya sudah berubah lagi karena ada proyek renovasi citywalk. Banyak pohon yang terdampak, sehingga harus diganti baru," ujarnya.

"Tahun ini KTP Pohon juga tidak bisa dilakukan karena tidak ada anggarannya. Baru tahun depan kita mulai lagi dari kawasan Monumen 45 Banjarsari," tutup dia.
(bai/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed