Pemilih pada Pemilu 2019 di Boyolali Bertambah 26.900, TPS Tetap

Pemilih pada Pemilu 2019 di Boyolali Bertambah 26.900, TPS Tetap

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 12 Nov 2018 18:27 WIB
Pemilih pada Pemilu 2019 di Boyolali Bertambah 26.900, TPS Tetap
Pleno rekapitulasi dan penetapan DPTHP 2 KPU Boyolali. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Jumlah pemilih di Kabupaten Boyolali untuk Pemilu 2019 mendatang bertambah 26.900 orang. Dari 784.077 pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-1) lalu, menjadi 810.977 di DPTHP-2 ini.

"Ada penambahan 26.900 pemilih, jumlah pemilih DPTHP-2 sebanyak 810.977," kata Komisioner KPU Boyolali, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Pardiman, di sela-sela rekapitulasi dan dan penetapan DPTHP-2, di Front One Hotel, Boyolali Senin, (12/11/2018).

Dari penambahan jumlah tersebut, kebanyakan adalah pemilih pemula. Selain itu juga pemilih yang dari alih status, seperti anggota TNI/Polri yang telah pensiuan, sehingga mereka juga bisa memilih dalam Pemilu mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dijelaskan, hasil rekapitulasi perkembangan DPT hasil perbaikan kedua Pemilu 2019 pada DPTHP-1 lalu jumlah pemilih di Kabupaten Boyolali sebanyak 784.077 orang. Kemudian dilakukan penelusuran atau perbaikan lagi terdapat penambahan maupun pengurangan jumlah pemilih.

Penambahan pemilih baru sebanyak 31.258 orang. Sedangkan pengurangan pemilih karena tidak memenuhi syarat sebanyak 4.358. Pemilih ubah data sebanyak 3.304 orang.

Pardiman menyatakan, meski ada penambahan jumlah pemilih, namun di Boyolali tidak ada penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Adanya tambahan pemilih itu disebarkan ke TPS-TPS yang sudah ada.

"Tidak ada penambahan TPS, walaupun jumlahnya (pemilih bertambah) sampai 26.900, karena kita sebarkan. Kita buat maksimal, maksimal jumlah per TPS hampir mendekati 300 pemilih. Kita maksimalkan," ujarnya.


Pasalnya, lanjut dia, jika TPS ditambah maka akan berdampak pada membengkaknya anggaran. Jumlah KPPS juga bertambah dan ini juga berdampak pada anggaran.

Pihaknya belum tahu apakah DPTHP-2 ini akan menjadi yang terakhir dan akan ditetapkan sebagai DPT Pemilu 2019 mendatang atau masih akan ada perbaikan lagi. Hal itu, masih menunggu hasil pleno di KPU pusat.

"Kalau di KPU-RI nanti semua Parpol sudah menerima, tidak ada masukan, dari Bawaslu tidak ada masukan, pihak terkait tidak ada masukan maka insyaallah DPTHP-2 ini yang terakhir. Tetapi kalau mereka masih seperti kemarin, memberikan masukan untuk pencermatan ulang, kita ikut saja. mungkin nanti muncul DPTHP-3," pungkas Pardiman. (mbr/mbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads