GP Ansor Gelar Global Unity Forum, Ini Hasilnya

GP Ansor Gelar Global Unity Forum, Ini Hasilnya

Ristu Hanafi - detikNews
Jumat, 26 Okt 2018 19:35 WIB
GP Ansor Gelar Global Unity Forum, Ini Hasilnya
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menggelar The 2nd Global Unity Forum bersama para tokoh dari sejumlah negara Timur Tengah, Amerika dan Eropa. Selama dua hari acara tersebut digelar, Kamis (25/10) - Jumat (26/10), menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama oleh peserta forum.

"Salah satunya kita rumuskan Seruan Nusantara yang ditulis dalam 4 bahasa, Indonesia, Jawa, Arab dan Inggris," kata Sekjen GP Ansor, Abdul Rochman saat jumpa pers di Yogyakarta Marriott Hotel, Jumat (26/10/2018).

Isi dari Seruan Nusantara itu yakni, 'Kami mengajak semua pihak yang memiliki kehendak baik dari semua agama dan kebangsaan untuk bergabung bersama membangun konsensus global untuk mencegah dijadikannya Islam sebagai senjata politik, baik oleh muslim maupun non muslim, dan memupus maraknya kebencian komunal, melalui perjuangan untuk mewujudkan tata dunia yang sungguh-sungguh adil dan harmonis yang ditegakkan di atas dasar penghormatan terhadap kesetaraan hak dan martabat bagi setiap manusia'.

Putri sulung Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh atau Alissa Wahid mengatakan, The 2nd Global Unity Forum berupaya membangun ruang bersama yang lebih global di tengah kuatnya politik identitas dan sektarian yang terjadi saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Alissa yang merupakan koordinator Jaringan Gusdurian, agama saat ini menjadi salah satu pendorong munculnya sikap eksklusivitas di masyarakat.

"Bahkan politik identitas dan sektarian berlatar belakang agama saat ini semakin kuat. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lain," ujarnya.

Dampak dari eksklusivitas agama, lanjutnya, muncul sikap merasa paling benar hingga membawa sikap permusuhan dan kebencian antaragama.

"Forum ini sekaligus untuk meneguhkan kembali NU sebagai organisasi yang selama ini mengusung Islam moderat. Dan forum ini menghasilkan satu kesepakatan untuk menolak Islam dijadikan senjata politik baik oleh kelompok Islam dan non Islam secara global," tandasnya.

Tokoh dari sejumlah negara yang hadir di The 2nd Global Unity di antaranya Zainab al-Suwaij, Executive Director American Islamic Congress; Hamdi Murad, advisor to the Jordanian Royal Family; Jean Christophe Bas, mantan Direktur Eksekutif United Nations Aliance of Civilisation (lembaga PBB); dan Mohammed Dajjani, Founder and Chairman Wasatia Movement (Palestine/Jordan). (bgs/bgs)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads