Puluhan Delegasi ASEAN Kumpul di Purworejo Belajar Pengolahan Kelapa

Rinto Heksantoro - detikNews
Rabu, 24 Okt 2018 19:03 WIB
ASEAN Exchange Visit di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Kegiatan ASEAN Exchange Visit digelar di Purworejo hari ini. Hal tersebut bertujuan untuk menginspirasi kegiatan pemberdayaan petani di ASEAN dengan mempromosikan kolaborasi lintas sektoral antara petani pemerintah, sektor swasta, institusi keuangan dan akademisi.

Kegiatan diadakan oleh ASEAN Foundation melalui ASEAN Farmers Organisations Support Programme (AFOSP) bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperative (ACEDAC). Tema yang diangkat yakni 'Memperkuat' ini diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan Koperasi Wanita Srikandi, Kelurahan Cangkrep Kidul, Kecamatan Purworejo pada Rabu (24/10/2018).

Sedikitnya 75 peserta perwakilan dari negara-negara ASEAN dan negara Asia lainnya ikut dalam kegiatan tersebut. Peserta berasal dari unsur pemerintahan, pemimpin koperasi, sektor swasta dan akademisi.

"Peserta lain dari luar negara ASEAN juga ada yang ikut, ada dari Timor Leste, Fiji, Solomon, Samoa, Papua New Gini, dan Tonga. Hal tersebut untuk memperluas wawasan tentang tantangan dan peluang dalam rantai nilai kelapa, berbagi praktik terbaik dalam sektor pertanian kelapa serta pengembangan produk berbasis kelapa yang inovatif dan membangun jaringan yang lebih kuat di antara para peserta," kata Plt Sekretaris Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Bidang Pertanian dan Perkebunan, Viktoria Boru Simanungkalit, di sela-sela acara, Rabu (24/20/2018).

Kegiatan dikemas melalui diskusi panel dan kunjungan lapangan yang dipimpin oleh ahli dan narasumber terkemuka. Ajang ini juga mendukung implementasi 'Strategic Plan of Action untuk kerjasama ASEAN dalam Koperasi Pertanian periode 2016-2020.

ASEAN Exchange Visit di Purworejo.ASEAN Exchange Visit di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Diharapkan, pemerintah ke depannya dapat terlibat langsung dan berkolaborasi dengan organisasi atau asosiasi petani dan sektor swasta untuk membangun kemitraan yang solid sehingga menguntungkan petani dan koperasi di ASEAN. Kelapa sengaja dipilih sebagai target komoditas utama karena secara umum mudah ditemukan di ASEAN dan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti gula kristal, Virgin Coconut Oil dan produk turunan lainnya.

ASEAN Exchange Visit di Purworejo.ASEAN Exchange Visit di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Kami berharap agar pemerintah bisa terlibat dengan organisasi atau asosiasi petani untuk membangun kemitraan yang solid yang menguntungkan petani dan koperasi di ASEAN," lanjutnya.

Sementara itu, Bounyouang Oudomphone (25) salah seorang peserta dari Laos mengaku sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dengan belajar dan praktik di Purworejo, nantinya ia akan mengadopsi ilmu yang didapat untuk diterapkan di negaranya. Selain itu dengan bertemu peserta dari negara lain maka jaringan antar negara bisa terjalin.

"Senang, bisa dapat ilmu. Nantinya bisa saya terapkan di negara saya. Karena ini pesertanya dari berbagai negara jadi jaringan untuk memperluas hubungan terutama pemasaran produk nantinya bisa terjalin lebih luas lagi," ucapnya. (sip/sip)