DetikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 11:15 WIB

Apa Isi Pakta Pemicu Pengurus PKS Banyumas Mundur Berjemaah?

Sukma Indah Permana - detikNews
Apa Isi Pakta Pemicu Pengurus PKS Banyumas Mundur Berjemaah? Foto: Arbi Anugrah/detikcom
FOKUS BERITA: PKS 'Rontok'
Yogyakarta - Sebanyak 80 pengurus dan kader PKS di Banyumas menyatakan mundur setelah menolak menandatangani pakta integritas. Lalu, apa isi dari pakta integritas tersebut?

"Kita harus tanda tangan di atas meterai bagi yang loyal. Bagi yang tidak mau tanda tangan otomatis mungkin dikatakan tidak loyal. Padahal pada tahun-tahun atau periode sebelumnya belum pernah ada tanda tangan seperti ini. Hanya lisan," jelas Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS Kabupaten Banyumas Machfulyono kepada wartawan di Purwokerto, Selasa (23/10/2018).

Para pengurus dan kader PKS diminta menandatangani pakta tersebut di acara Educational Leadership Training PKS pada 6 Oktober lalu di Purwokerto. Padahal, menurut Machfulyono, hal tersebut sangat jarang terjadi dalam partai.


Machfulyono menyebut sudah bergabung bersama PKS selama 19 tahun dan belum pernah menyatakan kesetiaan pada partai dalam bentuk tulisan. Pernyataan kesetiaan biasanya hanya diikrarkan bersama-sama untuk memperkuat kesolidan.

"Pakta integrasi itu juga seharusnya ada surat resmi atau SK dari partai yang jelas, tapi ini tidak ada," ujarnya.


Sementara itu, menurut Pembina Kader DPD PKS Banyumas Arif Awaludin, mundurnya pengurus dan kader PKS akibat adanya paksaan untuk menandatangani pakta integritas tersebut. Seharusnya, dalam organisasi, lanjut Arif, permintaan menandatangani pakta integritas harus ada instruksi yang jelas dari atasan.

"Pakta integritas itu tidak legal. Struktural tapi ilegal. Mengapa ilegal? Karena tidak ada SK dari DPP, DPW, dan DPD. Jangan-jangan ada operasi yang terstruktur, sistematis, dan masif untuk mengobok-obok PKS," jelasnya.


Diwawancarai terpisah, Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Banyumas Setya Ari Nugroho mengatakan masih menunggu surat keterangan lengkap dari para pengurus yang mengundurkan diri dari partai. Meskipun demikian, penandatanganan pakta integritas merupakan hal yang biasa.

"Itu hal yang biasa di PKS. Itu sudah lumrah di mana-mana, pakta integritas untuk menyolidkan organisasi, kemudian juga komitmen terhadap masyarakat. Itu hal yang biasa, tapi yang dimasalahkan apa, saya belum tahu," jelasnya.
(sip/mbr)
FOKUS BERITA: PKS 'Rontok'
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed