DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 13:03 WIB

Kekeringan, Petani-petani di Demak Ini Setop Bercocok Tanam

Wikha Setiawan - detikNews
Kekeringan, Petani-petani di Demak Ini Setop Bercocok Tanam Area persawahan di Kecamatan Mijen, Demak kekeringan. Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Demak - Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Demak membuat lahan pertanian tidak dapat ditanami. Kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal September lalu.

Sejumlah sungai dan saluran irigasi mengering. Hampir dua bulan terakhir, para petani di Kabupaten Demak tidak dapat bercocok tanam.

Dari pantauan, area sawah di Kecamatan Mijen, Demak Kota dan Dempet tidak ada tanamannya. Bahkan sebagiab besar tanahnya kering dan retak.

Wahib (37), seorang petani Kecamatan Wonosalam mengaku sudah sejak awal September lalu sawahnya di Kecamatan Dempet tidak dapat ditanami. Dia dan petani lainnya terpaksa harus menunggu musim kemarau berakhir.

"Sudah hampir dua bulan tidak bisa ditanami. Ya, karena tidak ada air irigasi. Terakhir panen itu Agustus, sampai sekarang belum lagi tanam," katanya kepada detikcom, Selasa (23/10/2018)

Menurutnya, hampir tiap tahun terjadi kekeringan di Kabupaten Demak. Namun, tahun ini cukup parah.

"Saat musim kemarau memang sering terjadi seperti ini, tapi tahun ini cukup parah," lanjutnya.

Sukarman (42), petani Desa Mijen, Kecamatan Mijen juga mengaku menganggur selama dua bulan terakhir. Sawah seluas dua hektar tidak ditanaminya.

"Tanaman pasti mati kalau tidak ada air. Daripada rugi mending menunggu musim hujan datang," katanya.

Sawah di wilayahnya biasanya mengalamai musim tanam tiga kali, yakni padi dua kali dan satunya palawija.

"Iya, dua kali padi dan satu palawija. Ini masih belum bisa ditanami, semoga segera ada hujan," paparnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Nugroho menuturkan bahwa musim kemarau diprediksi akan berlangsung hingga akhir Oktober.

"Akhir Oktober diprediksi sudah datang hujan. Saat ini sudah beberapa kali ada hujan meski intensitasnya rendah," tandasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed