DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 13:54 WIB

Ada Wacana Debat Capres di Kampus, Rektor UNS: Akan Menyulitkan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Ada Wacana Debat Capres di Kampus, Rektor UNS: Akan Menyulitkan UNS Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo - Tim sukses Prabowo-Sabdiaga mengusulkan debat Pilpres digelar di kampus. Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ravik Karsidi, menilai hal tersebut akan menyulitkan pihak kampus.

Menurutnya, debat boleh saja dilakukan di kampus. Namun ada banyak hal yang harus diwaspadai agar kampus tetap bersih dari politik praktis.

"Menurut undang-undang sebenarnya boleh. Hanya catatannya tidak boleh membawa atribut. Padahal menurut saya, calon itu sendiri adalah atribut, ini menyulitkan kampus kan," kata Ravik saat dihubungi detikcom, Senin (22/10/2018).


Pasangan calon presiden, kata Ravik, juga biasanya membawa pendukung. Para pendukung dikhawatirkan akan membawa atribut-atribut kampanye.

Ravik juga menyarankan agar debat hanya diikuti oleh kalangan civitas akademika kampus terkait, yakni mahasiswa hingga dosen.

"Kecuali KPU membuat petunjuk teknis pelaksanaan yang jelas. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan," ujar rektor.


Dari sisi sarana prasarana, UNS mengaku sangat siap jika digunakan sebagai lokasi debat. Faktor biaya pun akan menjadi lebih murah jika dibandingkan diselenggarakan di hotel.

"Memang lebih hemat, nanti bisa pakai auditorium dengan kapasitas 2 ribu. Kalau lebih banyak bisa pakai stadion. Panelis kita juga punya banyak," tutupnya.


Saksikan juga video 'Sandi Ingin Debat Capres Diubah Jadi Urun Rembuk':

[Gambas:Video 20detik]


(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed