DetikNews
Sabtu 20 Oktober 2018, 13:45 WIB

Keringnya Embung Nglanggeran untuk Irigasi Kebuh Buah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Keringnya Embung Nglanggeran untuk Irigasi Kebuh Buah Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Menyusutnya debit air di Embung Nglanggeran Gunungkidul ternyata telah terjadi sejak beberapa bulan lalu, tepatnya saat dimulainya musim kemarau. Susutnya debit air karena Embung tersebut karena untuk mengairi kebun buah di Nglanggeran.

"Sejak mulai kemarau ini, ada sekitar 3, 4 bulanan (Air di Embung Nglanggeran kering). Sudah sering susut gini, tapi kalau sampai kering gini ya baru tahun ini," kata Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Sugeng Handoko saat dihubungi detikcom, Sabtu (20/10/2018).

Menurutnya, fungsi Embung yang berlokasi di Patuk, Gunungkidul tersebut sejatinya memang untuk menampung air hujan dan mengairi perkebunan buah di Nglanggeran. Namun, karena saat ini hujan tak kunjung turun, karenanya seluruh air di dalam Embung tersebut digunakan untuk mengairi perkebunan tersebut.

"Memang kering karena musim kemarau, selain itu kan prioritas utamanya (Embung) itu untuk pengairan kebun buah durian sama kelengkeng. Jadi airnya digunakan untuk pengairan kebun buah itu," katanya.

"Semoga 500 sampai 1000 batang pohon durian tahun ini bisa berbuah," imbuhnya.

Disinggung mengenai tidak adanya pemberitahuan kepada pengunjung terkait mengeringnya Embung Ngalanggeran, Sugeng mengaku telah menginfokan kondisi Embung tersebut. Meski Embung mengering, menurutnya para pengunjung masih bisa menikmati beragam tempat wisata di Nglanggeran.

"Sebenarnya sudah diinfokan juga kondisi Embung saat ini seperti apa, mungkin ada beberapa yang belum tahu. Saya sampaikan juga kalau fungsi Embung untuk pengairan kebun buah, jadi bukan hanya dilihat saja tapi difungsikan seperti saat ini," katanya.

"Selain Embung (Nglanggeran) kan sebenarnya ada beberapa opsi tempat untuk dikunjungi wisatawan, bisa ke Gunung Api Purba atau ke tempat pengolahan cokelat," katanya lagi melanjutnya.



Saksikan juga video 'Kemarau Panjang, Pompa Air Rusak, Kekeringan di Pasuruan Meluas':

[Gambas:Video 20detik]


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed