DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 20:55 WIB

Kemarau, Gunungkidul Bagian Utara juga Krisis Air Bersih

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kemarau, Gunungkidul Bagian Utara juga Krisis Air Bersih Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Gunungkidul tidak hanya di wilayah bagian selatan saja. Namun kekeringan juga melanda wilayah bagian utara seperti di Kecamatan Gedangsari.

Warga Jetis, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari juga mengalami kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, sebagian warga hanya dapat mandi satu kali dalam sehari.

Tuwuh Cahyono (43), warga RT 3/RW 5, Jetis, Hargomulyo, Gedangsari, mengungkapkan untuk mendapatkan air bersih ia bersama anggota keluarganya harus mengambil air dari sungai yang sedikit airnya. Ia harus datang sepagi mungkin agar kebagian air.

"Kemarau tahun ini (Waktunya) lebih lama daripada tahun lalu dan membuat kami kekurangan air (Bersih)," katanya saat ditemui detikcom di kediamannya RT 3/ RW 5 Jetis, Hargomulyo, Gedangsari, Jumat (19/10/2018).

"Hujan juga tidak turun-turun, karena itu kadang tidak cukup (Air untuk kebutuhan sehari-hati. Jadi ya ambil air di cekungan Sungai itu pakai jerigen. Yang mengambil juga harus pagi-pagi biar kebagian, karena banyak yang butuh air," imbuhnya.

Lanjut Tuwuh, untuk mengambil air perlu beberapa kali bolak-balik dari rumahnya ke sungai agar mengapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Nantinya, air yang diambil ia prioritaskan untuk keperluan mandi sehari-hari anak-anaknya.

"Untuk minum dan mandi (Airnya), tapi lebih mempriortitaskan anak-anak biar bisa mandi, kalau saya mandi sehari sekali saja cukup," ucapnya sembari menunggu dropping air dari BPBD Gunungkidul.

Disinggung mengenai dampak musim kemarau terhadap pertanian, diakuinya bahwa banyak warga yang beralih untuk menjadi peternak daripada menggarap sawah.

"Ya kalau nggak bertani warga ternak sapi dan cari pakan (rumput) di Klaten (Jawa Tengah)," ucapnya.

Senada dengan Tuwuh, Yahmini (29), warga Jetis, Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Bahkan, karena harus mengantri untuk mendapatkan air, Yahmini turut melibatkan anaknya dalam mengambil air di cekungan sungai.

"Karena sulit air ya harus mengantri pagi-pagi di Sungai untuk mencuci. Kadang dibantu anak-anak juga untuk mengambil air," katanya.

Bahkan untuk mandi sehari-hari, Yahmini terkadang harus berbagi seember air dengan anak-anaknya.

"Untuk mandi sekali saja sudah alhamdulillah, biasanya hanya satu ember (Ukuran sedang) untuk mandi. Kadang juga dibagi-bagi biar dapat semua (Anak-anak)," ujarnya.

Karenanya, ia mengharapkan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk rutin melakukan droping air. Mengingat ia bersama warga lainnya kesulitan mendapatkan air bersih.

"Harapannya ya droping air bisa rutin karena kami memang membutuhkan, dan semoga cepat turun hujan juga," katanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPDB Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki membenarkan bahwa sebagian besar Kecamatan di Gunungkidul dilanda kekeringan karena musim kemarau.

"Ada 15 kecamatan yang mulai kekeringan dan perlu dropping air," katanya saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Gunungkidul, Jumat (19/10/2018).

"Yang 15 Kecamatan itu adalah Kecamatan Panggang, Girisubo, Tepus, Nglipar, Paliyan, Purwosari, Rongkop, Tanjungsari, Ngawen, Ponjong, Saptosari, Patuk, Semanu, Semin dan Gedangsari," imbuhnya.

Menurutnya, untuk tiga Kecamatan yakni Kecamatan Wonosari, Playen dan Karangmojo tidak kekurangan air bersih. Namun, karena ke-15 Kecamatan itu membutuhkan air bersih maka pihaknya telah mengupayakan untuk melakukan dropping air ke daerah yang membutuhkan secara berkala.

"Untuk droping (Air) setiap hari ada 24 rit," ujarnya.

Diakuinya setiap Kecamatan memang telah dianggarkan untuk mendapat dropping air bersih. Namun karena anggaran tersebut terbatas maka pihaknya tetap melakukan droping air hingga pekan pertama bulan November.

"Untuk (kecamatan) Gedangsari minggu ini habis, dan seperti Kecamatan Tepus, Purwosari, Girisubo, Paliyan, Panggang habis pertengahan bulan ini. Karena itu tetap kami dropping sampai awal (bulan) November," katanya.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed