DetikNews
Jumat 19 Oktober 2018, 18:15 WIB

PDGI DIY Akan Gelar Sidang Tertutup Bahas Hanum Rais

Usman Hadi - detikNews
PDGI DIY Akan Gelar Sidang Tertutup Bahas Hanum Rais (Foto: Sreenshot video Hanum Rais bersama Ratna Sarumpaet.)
Jakarta - Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengwil PDGI DIY) akan menggelar sidang etik tertutup untuk membahas Hanum Rais. Sidang ini untuk menindaklanjuti aduan Syarikat 98 ke PB PDGI.

"Sidangnya tertutup. Nanti saya beri tahu kalau sudah sidang ya, saya beri tahu hasilnya (sidang) ya," kata salah satu anggota Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Gigi (MKEKG) Pengwil PDGI DIY, Iwan Dewanto, saat dihubungi wartawan, Jumat (19/10/2018).

Iwan membenarkan bahwa Hanum adalah anggota PDGI Cabang Kota Yogya. Namun karena PDGI Cabang Kota Yogya tidak mmmpu menanganinya, akhirnya kasus tersebut dilimpahkan ke Pengwil DIY untuk memutuskan perkaranya.


"Nanti akan ada sidang-sidang yang akan kita lakukan. Kemudian dari sidang itu juga ada tatanannya sesuai kode etik yang kita punyai. Dari sidang itu kita akan ada (sidang di MKEKG)," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Hanum dilaporkan ke PDGI karena tweetnya soal hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Iwan menjelaskan, sebenarnya tidak ada aturan yang harus ditaati seorang dokter gigi dalam menggunakan media sosial termasuk twitter.

"Kalau aturannya (dokter ngetweet) enggak ada. Tapi yang jelas, kasus ini kan di kode etik (diatur) seorang dokter gigi harus mengutamankan martabat di dalam organisasi profesi. Itu yang nantinya akan diperdalam," ujar Iwan yang juga Wasekjen PB PDGI ini.


Sebelum sidang dilaksanakan, Iwan enggan berspekulasi soal sanksi yang mungkin diterima Hanum. Namun apabila disidang etik Hanum terbukti melakukan pelanggaran berat, bukan tidak mungkin anak dari Amien Rais ini dikeluarkan dari organisasi.

"Tapi tatanan itu juga ada beberapa prosedur yang harus kita lalui. Jadi kita punya beberapa hal termasuk pendidikan ulang, kita juga punya (sanksi) pembukuan NPA. Pada waktu tertentu dia harus pendidikan ulang karakter dan lain sebagainya," tutupnya.


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed