DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 17:20 WIB

Polisi Periksa Mantan Pacar SPG yang Buang Bayi dari Lantai 3

Pertiwi - detikNews
Polisi Periksa Mantan Pacar SPG yang Buang Bayi dari Lantai 3 Kapolres Magelang Kota menjenguk bayi N. Foto: Pertiwi/detikcom
Magelang - Polisi masih mendalami kasus seorang Sales Promotion Girl (SPG) yang tega membuang bayinya dari lantai tiga mal di Magelang. Kini mantan pacar SPG berinisial N (21), yakni R (26) diperiksa polisi.

"Kami sudah memeriksa mantan pacar tersangka. Dirinya mengakui pernah dekat dan pernah berhubungan dengan tersangka," jelas Kasatreskrim Polres Magelang Kota, AKP Rinto Sutopo, saat dihubungi detikcom, Selasa (16/10/2018).

Meski demikian, menurut Rinto, pria tersebut mengaku sudah putus hubungan dengan tersangka N sejak bulan Mei 2018 lalu.

"Yang bersangkutan juga mengaku tidak tahu jika tersangka telah mengandung dan melahirkan. Karena mereka sudah putus hubungan," ungkap Rinto.

Sejauh ini, R hanya sebatas dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi. Selain R, ada 6 orang saksi lain yang juga diperiksa.


"Total ada 7 saksi yang sudah kami periksa. Yakni 3 orang rekan kerja tersangka, 2 orang saksi saat kejadian, orang tua tersangka dan mantan pacar tersangka," terang Rinto.

Sebelumnya, dalam pemeriksaan yang dilakukan, N mengakui bahwa dirinya sudah lama berpisah dengan suami sahnya. Adapun bayi perempuan yang baru saja dilahirkan dan dibuangnya adalah hasil hubungan gelap dengan laki-laki lain.

Sementara itu, Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan mengatakan bahwa hasil dari tes DNA tersangka N dan bayi perempuan yang dibuang, cocok.

"Tersangka merupakan orangtua kandung si bayi," katanya.


Seperti yang diketahui, N (21) tega membuang bayi yang baru dilahirkannya, dari lantai 3 pusat perbelanjaan atau setinggi sekitar 12 meter. Kandungan N ketika itu masih berusia sekitar 6 bulan. Sedangkan bayinya lahir dengan berat 1,8 kilogram dan panjang 41 centimeter.

Akibat perbuatannya, N terancam dijerat Undang-undang perlindungan anak dengan pasal 76 (c) jo. 80 (4) tentang tindak pidana kekerasan pada anak. Ancaman hukumannya maksimal 3 tahun 6 bulan ditambah sepertiganya, jadi 4 tahun 2 bulan penjara.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed