DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 17:22 WIB

Diduga Korupsi Dana BOS, Kepala dan Waka SMK di Brebes Ditahan

Imam Suripto - detikNews
Diduga Korupsi Dana BOS, Kepala dan Waka SMK di Brebes Ditahan Kepala dan Wakil Kepala SMK di Bumiayu ditahan Kejari Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah menahan Kepala dan Wakil SMK Kerabat Kita Bumiayu, Suhirman dan Sugiarto. Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Mereka ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 3 jam di kantor Kejaksaan Negeri Brebes. Kajari Brebes, Transiswara Adhi, kepada wartawan menjelaskan, kedua orang ini ditahan karena tersangkut penyalahgunaan dana BOS. Dijelaskan, dana BOS yang disalahgunakan sebanyak Rp4.963.680.000.

"Kami melakukan penahanan dua orang ini, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi dana BOS selama 3 tahun berturut turut," tutur Transiswara, Senin (15/10/2018).

Dana itu merupakan bantuan selama tiga tahun anggaran dari mulai 2015 sampai 2017. Rincian bantuan BOS yang diterima masing-masing tahun 2015 Rp 1.333.200.000, tahun 2016 Rp 1.740.200.000 dan tahun 2017 Rp 1.890.280.000.

Transiswara menjelaskan dana itu telah diselewengkan hingga menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp2.053.309.800. Modus yang digunakan oleh pelaku ini adalah dengan memindahkan uang dari rekening giro ke rekening tabungan sekolah.

"Uang BOS cair itu kan masuk ke rekening giro. Tapi oleh pelaku ini dipindahkan ke rekening sekolah. Ini untuk mengelabuhi sehingga rekening giro akan kosong dan seolah-olah dana itu sudah digunakan atau terserap," ujar Kajari BrebesTransiswara Adhi, didampingi Kasi Pidsus, Arie Chandra.

Setelah uang pindah ke rekening sekolah, dana itu disalahgunakan dengan cara untuk membayar guru honorer, gaji 13, membeli tanah, pembangunan ruang kelas dan lainnya. Selain itu, ada pula dana yang dipakai untuk keperluan pribadi.

"Pembelanjaan dana BOS untuk bayar guru, gaji 13, beli tanah dan membangun kelas baru itu jelas tidak boleh. Bahkan ada yang untuk keperluan pribadi dua orang itu," imbuhnya.

Sesuai juklak dan juknis, Kajari Brebes mengatakan, dana BOS digunakan antara lain untuk pengembangan perpustakaan, penyelenggaraan PPDB, kegiatan ekstra kurikuler, kegiatan ulangan, pembayaran langganan listrik, wifi, telepon, pengembangan tenaga profesi guru, dan bantuan siswa miskin yang tidak mendapatkan bantuan sejenis (PIP).

Selama melakukan proses penyidikan, Kejari Brebes mengamankan uang sebanyak Rp594.300.700. Akibat perbuatannya ini, Suhirman dan Sugiarto dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor. Usai menjalani pemeriksaan, kedua orang ini langsung ditahan di Lapas Brebes.

Kuasa hukum kedua tersangka, Fajar Putra Sanjaya mengatakan, kliennya berkomitmen untuk mengikuti proses hukum. Pihaknya bahkan sudah berkoordinasi dengan yayasan untuk menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan kerugian negara.

"Kita komitmen menjalani proses hukum," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed