DetikNews
Senin 15 Oktober 2018, 16:59 WIB

Melihat Pelosok Rembang yang Disentuh Tentara Manunggal Masuk Desa

Arif Syaefudin - detikNews
Melihat Pelosok Rembang yang Disentuh Tentara Manunggal Masuk Desa Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang selama ini menyandang status sebagai daerah terpencil dan terisolir. Atas dasar itulah, daerah tersebut kini menjadi Desa sasaran pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).

Upacara pembukaan TMMD dilakukan di lapangan Desa setempat, Senin (15/10/18). Hadir untuk membuka acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Komandan Korem 073 Makutarama, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Rembang.

Wakil Gubermur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi lamgkah TNI yang telah membuka peluang pembangunan di wilayah tersebut. Ia menyebut, program TMMD menjadi pemicu pembangunan yang bisa dilanjutkan oleh Pemda setempat.

"Ini bisa jadi langkah, terlebih melihat kondisi Ngotoko inj yang seperti ini, pastinya program ini sangat beanfaat dam dibutuhkan sekali oleh masyarakat. Selanjutnya, Pemda yang melankutkan. Bukan hanua disini, Pemprov akan melakukan pemerataan pembangunan di 35 Kabupaten se Jawa Tengah," kata Yasin kepada wartawan.

Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang.Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom

Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arh Andi Budi selaku Komandan satuan tugas program TMMD tersebut menambahkan, rencananya pembangunan yang akan dilakukan yakni membuat jalan makadam dan cor sepanjang 2,2 kilometer yang membelah hutan setempat.

"Fisiknya yaitu pembuatan jalan, makadam, cor dan siskamling, itu sekitar 2,2 kilometer. Disitu nanti juga ada kegiatan non fisik. Sementara belum aspal, karena anggaran Pemda Kabupaten maupun pusat hanya sebesar Rp 600 juta. Tidak mungkin dana sekian untuk membangun aspal sepanjang 2,2 kilometer," paparnya.

Dukuh Ngotoko sendiri kondisinya saat ini tidak memiliki akses jalan yang layak untuk dilalui kendaraan bermotor. Untuk akses keluar masuk Dukuh, warga harus menembus hutan milik Perhutani yang kondisi jalan masih tanah.

Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang.Dukuh Ngotoko Desa Pasedan Kecamatan Bulu, Rembang. Foto: Arif Syaefudin/detikcom


Usai melakukan upacara pembukaan, para pejabat yang hadir meninjau langsung kondisi Dukuh yang terisolir itu. Mereka pun menaiki kendaraan khusus mobil off road untuk bisa mengakses lokasi terkait.

Program ini disambut antusias warga Desa setempat. Warga mengaku bersyukur, karena adanya program tersebut kini muncul harapan bagi warga setempat. Sejak lama mereka mengidamkan akses keluar masuk Desa yang layak.

Selama ini mereka harus bertahan dengan kondisi jalan yang terbilang tidak layak. Jalan setapak dengan kontur tanah bebatuan dan menanjak, membelah hutan wilayah Perhutani KPH Mantingan Rembang.

Kepala Desa Pasedan, Kusman bercerita Dukuh Ngotoko letaknya sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Pasedan. Seluruh fasilitas umum, seperti bidan Desa dan sekolah hanya ada di pusat Desa Pasedan.

"Anak-anak warga Ngotoko kalau mau berangkat sekolah ya harus jalan kaki. Mereka berangkat sekitar jam 05.30 setiap hari. Menempuh perjalanan kaki lebih kurang 1 jam," kata Kusman.

"Dulu juga pernah, ada ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan hendak dibawa ke bidan Desa di Pasedan. Karena aksesnya yang sangat susah ini akhirnya ibu ini melahirkan di jalan naik motor itu, beruntung semuanya kondisinya sehat," lanjutnya.

Sementara Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Arh Andi Budi menambahkan, selama ini jalur Desa tersebut tidak dapat tersentuh perbaikan karena merupakan wewenang Perhutani. Untuk penyaluran program TMMD itu pun, Andi mengakui memerlukan proses panjang mengurus perijinan dari Perhutani.

"Memang awalnya maju mundur sampai sekarang tidak dijadikan sasaran. Kenapa, karena saat itu tidak ada ijin dari Perhutani. Pada saat inventarisir kemarin, saya bertekad harus dapat ijin untuk bisa kemudian kita bangun jalan," paparnya.

Komandan Korem 073 Makutarama, Kolonel Moch Erwansjah menyebut program TMMD tersebut sebagai stimulan bagi pemerintah daerah setempat untuk bisa memprioritaskan dan melanjutkan pembangunan di wilayah setempat.

"Kita sistemnya satu kegiatan menyasar satu titik lokasi. Kedepan, kalau memang ini masih memerlukan sejumlah pembangunan, agar dilanjutkan oleh pemda setempat," katanya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed