Truk Angkut Kayu Terguling, Jalur Tegal-Purwokerto Macet

Truk Angkut Kayu Terguling, Jalur Tegal-Purwokerto Macet

Imam Suripto - detikNews
Senin, 15 Okt 2018 14:11 WIB
Truk Angkut Kayu Terguling, Jalur Tegal-Purwokerto Macet
Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Diduga kurang hati-hati, sebuah truk pengangkut kayu log terguling di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Akibatnya arus lalu lintas di jalur Tegal-Purwokerto mengalami kemacetan.

Truk bermuatan kayu log itu terguling di tikungan Balekambang, Tonjong, Brebes, Senin (15/10/2018) dinihari. Kondisi truk yang terguling nyaris menutup jalanan sehingga menimbulkan kemacetan. Petugas Polres Brebes menerapkan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan.

Kecelakaan ini bermula saat truk bermuatan kayu log sengon nopol BE 9464 UG dari dari Lampung menuju Purwokerto. Sesampai di tikungan Balekambang, truk kayu ini menyalip sebuah truk semen bernopol E 9264 C yang berhenti akibat as roda patah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kejadian, petugas Polres Brebes sudah menyarankan sopir truk kayu untuk tidak menyalip karena sangat berbahaya. Namun saran tersebut tidak dihiraukan. Sopir truk kayu tetap nekat melaju dan akhirnya terguling. Badan bus melintang dan kayu log yang ada di atas truk tumpah.
Truk Angkut Kayu Terguling, Jalur Tegal-Purwokerto MacetFoto: Dok Warga/detikcom

Akibat kejadian ini, terjadi kemacetan di jalur Tegal Purwokerto. Antrean kendaraan terjadi dari arah selatan maupun sebaliknya. Dari arah selatan, antrean kendaraan mencapai SPBU Kalisalak Bumiayu yang berjarak 5 km. Demikian pula sebaliknya, antrean kendaraan dari arah utara mengular sampai ke Prupuk.

Amin (43) salah satu sopir bus jurusan Jakarta Purbalingga mengaku, kemacetan terjadi sejak pukul 01.00 dan hingga siang belum bisa bergerak.

"Kami menunggu antrean karena buka tutup," katanya.

Kanit Laka Polres Brebes, Iptu Budi Supartoyo mengatakan, proses evakuasi masih berlangsung hingga Senin siang. Petugas dibantu warga berusaha memindahkan kayu log agar tidak menutupi jalan raya.

"Sampai siang ini masih evakuasi. Untuk mengurai kemacetan, kami menerapkan sistem buka tutup," ungkap Budi Supartoyo. (bgs/bgs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads