Kampusnya Cabut Izin Seminar Sudirman Said, Ini Kata BEM UGM

Ristu Hanafi - detikNews
Sabtu, 13 Okt 2018 15:58 WIB
Gedung Rektorat UGM. Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Sleman - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Obed Kresna Widyapratistha angkat bicara mengenai polemik pencabutan izin seminar Sudirman Said yang sedianya digelar di Fakultas Peternakan UGM pada Jumat (12/10) kemarin. Seperti apa keterangan dari Obed?

"Semalam sebelumnya (Kamis 11/10) saya menghubungi ketua BEM Fakultas Peternakan, menanyakan soal poster (publikasi) seminar tersebut, saya tanya apakah ini acara BEM Peternakan, dijawab sebenarnya mereka diajak bekerja sama untuk meminjam tempat," kata Obed saat saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (13/10/2018).

Obed menerangkan saat itu BEM Fakultas Peternakan diajak kerja sama oleh panitia untuk pinjam tempat auditorium sebagai lokasi seminar.

"Karena aturannya di hampir semua fakultas kalau mau buat kegiatan harus kerja sama dengan BEM fakultas, bahkan BEM universitas pun harus kerja sama kalau mau pinjam tempat di fakultas," terangnya.

Obed mengaku belum sempat bertanya detail soal kegiatan seminar kebangsaan dengan pembicara 2 eks menteri, Sudirman Said dan Ferry Mursyidan itu seperti apa.

"Poster itu tidak dipublikasikan di akun official BEM Peternakan. Saya baru tahu setelah dikirimi teman Kamis malam dan langsung konfirmasi ke BEM fakultas," jelasnya.


Obed juga menyebutkan pihaknya tidak bisa mengintervensi aktivitas BEM di fakultas karena tidak ada struktur pengawasan.

"BEM universitas dengan BEM fakultas tidak ada struktur pengawasan, hanya sebatas komunikasi dan tukar informasi," ujarnya.


Sementara terkait pernyataan Sudirman Said yang menyebut panitia seminar sempat didatangi intel dari aparat keamanan, Obed mengaku tidak tahu soal informasi tersebut.

Tapi Obed sempat mendengar kabar ada pihak yang menyebutkan panitia seminar belum memberitahu kegiatan tersebut ke polisi. "Itu info yang saya terima seperti itu," ungkapnya.


Obed menambahkan, dari pengalamannya menggelar acara di lingkungan kampus, minimal hanya menginfokan ke pihak keamanan kampus.

"Hanya menyampaikan info ke polisi ketika akan menggelar aksi, kalau cuma diskusi share poster publikasi ke keamanan kampus, dan polisi hanya beberapa kali," imbuhnya. (sip/sip)