Di Balik Keputusan UGM Cabut Izin Seminar Sudirman Said di Kampus

Ristu Hanafi - detikNews
Sabtu, 13 Okt 2018 08:46 WIB
Ketua panitia seminar, Jibril Abdul Aziz. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - UGM secara mendadak mencabut izin pemakaian ruang auditorium sebagai lokasi seminar kebangsaan dengan pembicara eks Menteri ESDM Sudirman Said dan eks Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan. Seminar yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Peternakan UGM awalnya dijadwalkan berlangsung Jumat (12/10) siang.

"Tapi mendadak Jumat pagi saya dapat kabar dari kampus, izin peminjaman lokasi seminar di auditorium dicabut," kata ketua panitia seminar, Jibril Abdul Aziz ketika ditemui detikcom, Jumat (12/10/2018) sore.

Jibril mengaku pihak kampus tidak memberi alasan detail terkait pencabutan izin itu. Kampus hanya menyebutkan kekhawatiran terjadi chaos jika seminar tetap digelar. Padahal panitia sebelumnya sudah koordinasi dengan BEM dan fakultas.

"Administrasi peminjaman ruang sudah selesai Kamis (11/10) kemarin, ketua BEM sudah tanda tangan peminjaman ruang, Kamis sore prodi juga sudah paraf. Tapi Jumat jam 09.00 saya dikabari, peminjaman ruang akan dibatalkan, BEM juga menarik diri dari keikutsertaannya di seminar," kata Jibril.

"Jam 11.00 saya ke fakultas minta penjelasan ke prodi, dijawab takutnya nanti menimbulkan kejadian tak diinginkan, entah chaos atau apa, jadi ini izin penggunaan dicancel," imbuhnya.

Namun pada Jumat siang hingga sore tadi, lanjut Jibril, pihaknya sama sekali tidak mendapat ancaman terkait penyelenggaraan seminar dari pihak manapun.

Jibril mengungkapkan ancaman justru datang dari pihak kampus sendiri. Dia diancam drop out (DO). "Dari prodi bilang, intinya kalau saya tetap ngotot mengadakan acara ini atau sejenisnya di lain kesempatan, 'kamu bisa kena DO lho'," ungkap mahasiswa Fakultas Peternakan UGM angkatan 2014 itu.


Jibril tampak masih bingung dengan keputusan kampusnya yang mencabut izin peminjaman ruang auditorium sebagai lokasi seminar kebangsaan bertema kepemimpinan era milenial pada revolusi industri 4.0.

"Dalam surat pengajuan peminjaman ruang untuk diskusi kebangsaan, memang tidak mencantumkan nama pemateri, tapi kita sudah sebar poster di kampus pada Rabu kemarin. Pesertanya 170 orang dari mahasiswa UGM dan ada dari kampus lain," jelasnya.

Jibril juga mengaku saat mengundang Sudirman dan Ferry, dua pekan sebelum seminar yang dijadwalkan berlangsung siang tadi, panitia sudah menekankan acara seminar terbebas dari pembicaraan politik. Panitia mengingatkan akan membubarkan seminar di tengah jalan jika pemateri nekat membahas politik. Hal itu disampaikan karena Sudirman dan Ferry berada di timses salah satu kubu capres-cawapres.


"Beliau keduanya bersedia dan siap, dan kita undang karena berkompeten dan pernah berkiprah sebagai menteri," terangnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Humas UGM Iva Aryani menjelaskan alasan pencabutan izin peminjaman auditorium sebagai lokasi seminar.

"Karena ternyata bukan acara BEM, tak ada kaitannya dengan civitas, tidak di bawah koordinasi fakultas, ya itu izin penggunaan ruangan dicabut. Sementara di Fakultas Peternakan ada aturan penggunaan sarana dan prasarana. Jadi lebih kepada persoalan administrasi, yang akan menggunakan bukan mahasiswa, bukan BEM, bukan civitas," sebutnya.


Iva juga menegaskan persoalan pencabutan izin tersebut tidak berkaitan dengan siapa sosok pembicara dalam seminar. "Sama sekali tidak (narasumber), tapi kepada aturan penggunaan ruangan," ujarnya.

Iva juga menepis adanya ancaman DO dari kampus kepada panitia. "Ancaman DO sama sekali tidak ada," pungkasnya.



Simak video Zulkifli Hasan Klaim Gatot Gabung Timses Prabowo-Sandi

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)