DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 18:00 WIB

1 dari 3 Perempuan dan Anak di Indonesia Pernah Alami Kekerasan

Imam Suripto - detikNews
1 dari 3 Perempuan dan Anak di Indonesia Pernah Alami Kekerasan Pengukuhan satgas PPA di Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Prevalensi tingkat kekerasan terhadap perempuan di Indonesia disebutkan mencapai 30 persen. Sedangkan untuk anak-anak jumlahnya lebih besar, yaitu 33 persen.

Jumlah prevalensi tingkat kekerasan ini dikemukakan Sekertaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sekmen P3A) Republik Indonesia, Pribudiarta Nur Sitepu.

"Kalau di sini (Indonesia) ada 3 perempuan maka satu mengalami kekerasan. Prevalensinya 30 persen. Juga anak-anak, ada 33 persen yang mengalami kekerasan baik fisik, psikis maupun seksual," ungkap Pribudiarta Nur Sitepu saat pengukuhan Satgas PPA di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (11/10/2018).

"Adapun prevalensi kekerasan seks terhadap anak laki-laki ada 8 persen, perempuan 3,6 persen dikalikan jumlah anak di indonesia sekitar 83 juta. Berarti ada 600 ribu sampai 800 ribu punya potensi mengalami kekerasan seksual," urainya.

Dalam menghitung data korban kekerasan baik anak maupun perempuan, Sitepu lebih memilih menggunakan prevalensi dan bukan angka korban. Alasannya, data prevalesni ini berdasarkan hasil tanya jawab langsung dengan penduduk.

"Kita harus hati-hati dalam angka data kasus kekerasan. Karena bisa jadi merupakan gunung es. Makanya pakai prevalesni yang berdasarkan data hasil menanyakan pada seluruh penduduk. Tapi kalau angka itu hanya dihitung berdasarkan korban yang mau lapor dan tercatat. Padahal fenomena kebanyakan korban kekerasan tidak mau melapor," jelas Sitepu.

Prevalensi korban kekerasan pada anak laki-laki, dua kali lebih besar dibanding anak perempuan. Namun pada kenyataannya, angka yang dilaporkan di unit pelayanan sebagian besar adalah perempuan. Hal ini karena mereka korban jenis kelamin laki-laki enggan melaporkan tindak kekerasan yang dialami.

Sitepu melanjutkan, pelaku kekerasan didominasi oleh adalah orang yang dekat dan dikenal oleh korban. Bisa jadi, kata Sitepu, pelakunya bapak, ibu, saudara, dan teman dekat korban.

"Ini sangat disayangkan karena mereka itu seharusnya melindungi bukan malah melakukan kekerasan," imbuhnya.

Sementara, data jumlah kekerasan yang dilaporkan ke unit pelayanan PPA di Kabupaten Brebes dari tahun ke tahun makin meningkat. Pada tahun 2013 jumlah laporan yang masuk sebanyak 75, yang korbannya terdiri dari laki-laki 3 dan perempuan 72 orang. Tahun 2014 tercatat 83 kasus dengan korban laki-laki 5 orang dan perempuan 78 orang.

Jumlah korban mengalami kenaikkan pada tahun 2015, yaitu menjadi 85 kasus dengan korban laki-laki 1 orang dan perempuan 84 orang. Tahun 2016 naik menjadi 101 dengan jumlah korban laki-laki 15 dan perempuan 86 orang.

Tahun 2017 juga mengalami kenaikkan menjadi 129 dengan korban laki-laki 28 dan perempuan 101 orang. Sementara untuk tahun 2018, dari bulan Januari hingga September laporan korban kekerasan yang masuk sebanyak 54 kasus.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed