4 Saksi Diperiksa Polisi Soal Meninggalnya Peserta Pradiksar Menwa

Akrom Hazami - detikNews
Kamis, 11 Okt 2018 15:21 WIB
Lokasi pradiksar Menwa UMK. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Polisi masih menyelidiki meninggalnya Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18) usai pradiksar Menwa Universitas Muria Kudus (UMK). Polisi memeriksa dua saksi baru, hingga total saksi yang diperiksa sudah empat orang.

"Ada 4 orang (saksi)," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi Siswanto kepada detikcom melalui pesan singkat, Kamis (11/10/2018).

Keempat orang itu yakni Ketua dan anggota Menwa UMK, seorang dari Tim SAR dan salah seorang anggota tim Korps Sukarela (KSR).

Mereka berada di lokasi saat Kukuh pingsan hingga akhirnya meninggal dunia, Jumat (5/10).


"Ada (mereka) di lokasi," terangnya.

Mereka menjelaskan ke polisi tentang kondisi Kukuh saat itu.

"Jadi tiba-tiba pingsan kemudian di bawa ke RS," terangnya singkat.


Sementara untuk menggali informasi soal kematian korban, lanjut Agus, polisi akan memanggil pihak yang bertanggungjawab pada acara pradiksar.

"Akan memanggil pihak panitia," tambah Agus.

Diberitakan sebelumnya, Kukuh meninggal dunia setelah sebelumnya pingsan di lokasi Pradiksar Menwa UMK. Saat itu agenda kegiatan yang sedang berlangsung yaitu repling di jembatan Sungai Gelis.

Namun Kukuh diminta tak ikut repling karena tubuhnya yang dinilai terlalu bongsor untuk kegiatan tersebut.


Keterangan yang diterima dari panitia Menwa kepada Rektor UMK Suparnyo, mahasiswa Fakultas Teknik ini hanya melihat dari atas jembatan.

Namun, lantaran melihat repling yang dilakukan temannya menarik, Kukuh berjalan menuruni jembatan melalui jalan biasa.

Sesampainya di bawah jembataan, Kukuh memilih bermain air sungai yang tinggi permukaannya di bawah lutut. Suparnyo mengaku tak mengetahui berapa lama Kukuh bermain air hingga akhirnya dia pingsan.

Rekan Menwa membawanya ke Puskesmas Gondosari. Namun puskesmas meminta korban dibawa ke RSI Sunan Kudus. Sekitar pukul 19.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.


"Dari hasil keterangan dokter di rumah sakit, kena hipotermia," terang Suparnyo. (sip/sip)