Bapeten Cari Paparan Radioaktif di Sulteng Pasca Gempa Tsunami

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 19:26 WIB
ampilan terbaru Kota Palu di Google Maps (Foto: Screenshoot Google Maps)
Semarang - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) ikut memantau dampak dari gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah untuk memastikan ada tidaknya paparan radiasi berbahaya di lokasi.

Kepala Bapeten, Jazi Eko Istianto mengatakan dari hasil pemantauan di Palu dan Donggala, radiasi tidak terdeteksi karena alat pengasil zat radioaktif di sana tidak tersambung listrik. Alat penghasil radioaktif yang ada di sana juga hanya mesin X-ray di rumah sakit.

"Fasilitas yang ada hanya sinar X untuk radiologi. Kalau tidak dicolok sumber listrik, tidak ada zat radioaktif atau bahan nuklir," kata Jazi dalam acara penganugerahan Bapeten Safety and Security Award (BSSA) di Novotel Semarang, Rabu (10/10/2018).

Bapeten tidak hanya memantau di Palu dan Donggala tapi juga di Lombok yang sempat tergoncang gempa 6,4 magnitudo akhir Juli 2018 lalu. Di sana juga tidak ditemukan adanya radiasi radioaktif.

"Di Lombok, rumah sakit memiliki X-ray saja. Sedangkan ada industri yang menggunakan zat radioaktif atau bahan nuklir sudah kita koordinasikan. Tidak ada sumber yang terbuka dari bungkusnya," jelasnya. (alg/mbr)