Begini Kesaksian Menwa UMK Atas Meninggalnya Peserta Pradiksar

Akrom Hazami - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 15:23 WIB
Lokasi pradiksar Menwa UMK. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Polres Kudus secara intensif menyelidiki meninggalnya mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) usai Pra-pendidikan Dasar (Pradiksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 923 Gondo Wingit. Dua orang saksi dari Menwa UMK telah diperiksa. Berikut ini kesaksian keduanya.

"Korban pingsan setelah di air, pada saat (Menwa) bersih-bersih," kata Agus menceritakan kesaksian para saksi kepada detikcom melalui pesan singkat, Selasa (9/10).

Mahasiswa atas nama Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18) meninggal pada Jumat (5/10). Dua orang saksi yang sudah diperiksa yakni Ketua dan seorang anggota Menwa UMK. Keduanya juga ditanyai soal kegiatan pada hari tersebut.

"Giat biasa, tinggal kita, mau minta jadwal giatnya," pungkas mantan Kasat Reskrim Cilacap ini.


Seperti diberitakan sebelumnya, Kukuh meninggal dunia usai mengikuti kegiatan pradiksa Menwa.

Rektor UMK Suparnyo sebelumnya menyampaikan bahwa Kukuh dinyatakan meninggal dunia karena hipotermia. Suparnyo menceritakan bahwa pada hari itu, agenda kegiatan pradiksar yakni repling di Jembatan Sungai Gelis, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus.

Namun para mahasiswa senior meminta Kukuh yang bertubuh bongsor untuk tak mengikuti kegiatan repling.


"Tubuhnya bongsor sekitar 102 kg, talinya (tali untuk repling) tidak muat. Tingginya (korban) 172 cm," kata Suparnyo kepada wartawan, Senin (8/10).

Keterangan yang diterima dari panitia Menwa, mahasiswa Fakultas Teknik ini hanya melihat dari atas jembatan. Lantaran melihat repling yang dilakukan temannya menarik, Kukuh berjalan menuruni jembatan melalui jalan biasa.

Suparnyo bercerita, Kukuh memilih mainan air sungai yang tinggi permukaannya di bawah lutut. Suparnyo mengaku tak mengetahui berapa lama korban main air. Saat main air itulah, korban tiba-tiba pingsan.


Rekan Menwa membawanya ke Puskesmas Gondosari. Namun puskesmas meminta korban dibawa ke RSI Sunan Kudus. Sekitar pukul 19.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.

"Dari hasil keterangan dokter di rumah sakit, kena hipotermia," terang Suparnyo. (sip/sip)