Madrasah International Language Centre Mulai Dibangun di Bantul

Madrasah International Language Centre Mulai Dibangun di Bantul

Usman Hadi - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 10:52 WIB
Madrasah International Language Centre Mulai Dibangun di Bantul
Menag Lukman di acara peletakan Madrasah International Language Centre (MILC). Foto: Usman Hadi/detikcom
Bantul - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah International Language Centre (MILC) di Komplek MAN 4 Banguntapan, Bantul. MILC ini diharapkan dapat menjadi pusat bahasa unggulan.

Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa keberadaan MILC sangat penting. Sebab, adanya MILC ini diharapkan dapat mendorong siswa madrasah untuk lebih mudah melanjutkan studi ke luar negeri dengan kemampuan bahasa yang kompetitif.

"Di mana anak-anak kita (dengan adanya MILC) semakin memiliki tempat untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki," kata Lukman, Rabu (10/10/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada tiga bahasa yang akan diajarkan, yakni bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin. Ke depannya kita harus matangkan konsep ini agar bisa dicontoh oleh kantor wilayah (Kemenag) yang lain, dan bisa dicontoh oleh MAN-MAN yang lain," lanjut Lukman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Muhammad Lutfi Hamid menambahkan, tujuan dibangunnya MILC ini yakni untuk menyiapkan lulusan madrasah mahir berbahasa asing. Selain itu, juga agar lulusan madrasah semakin kompetitif dalam persaingan global.

"Jadi MILC merupakan integrasi dari pengembangan bahasa dan juga tahfidz alquran, di mana keduanya merupakan pondasi dasar bagi lulusan madrasah yang berdaya saing," jelas Lutfi.

Pembangunan MILC di Bantul, lanjut Lutfi, sebenarnya berawal dari diskusi dengan Vice President Yangzhou Polytechnic College saat berkunjung ke Kanwil Kemenag DIY beberapa waktu lalu. Setelah pertemuan itu akhirnya diputuskan untuk didirikan MILC di DIY.

"Kami berharap siswa madrasah yang ikut belajar di MILC sudah siap belajar ke luar negeri sebagai international student. Kami juga menargetkan setiap tahun setidaknya ada 50 siswa yang belajar di MILC dari semua madrasah di DIY," paparnya.

"Kebijakan itu kami lakukan karena salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa madrasah saat ini adalah keterampilan berkomunikasi dan berbahasa asing. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan sistem pembelajaran abad 21," tutupnya. (sip/sip)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini