Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa keberadaan MILC sangat penting. Sebab, adanya MILC ini diharapkan dapat mendorong siswa madrasah untuk lebih mudah melanjutkan studi ke luar negeri dengan kemampuan bahasa yang kompetitif.
"Di mana anak-anak kita (dengan adanya MILC) semakin memiliki tempat untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki," kata Lukman, Rabu (10/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag DIY, Muhammad Lutfi Hamid menambahkan, tujuan dibangunnya MILC ini yakni untuk menyiapkan lulusan madrasah mahir berbahasa asing. Selain itu, juga agar lulusan madrasah semakin kompetitif dalam persaingan global.
"Jadi MILC merupakan integrasi dari pengembangan bahasa dan juga tahfidz alquran, di mana keduanya merupakan pondasi dasar bagi lulusan madrasah yang berdaya saing," jelas Lutfi.
Pembangunan MILC di Bantul, lanjut Lutfi, sebenarnya berawal dari diskusi dengan Vice President Yangzhou Polytechnic College saat berkunjung ke Kanwil Kemenag DIY beberapa waktu lalu. Setelah pertemuan itu akhirnya diputuskan untuk didirikan MILC di DIY.
"Kami berharap siswa madrasah yang ikut belajar di MILC sudah siap belajar ke luar negeri sebagai international student. Kami juga menargetkan setiap tahun setidaknya ada 50 siswa yang belajar di MILC dari semua madrasah di DIY," paparnya.
"Kebijakan itu kami lakukan karena salah satu keterampilan yang harus dimiliki siswa madrasah saat ini adalah keterampilan berkomunikasi dan berbahasa asing. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan sistem pembelajaran abad 21," tutupnya. (sip/sip)










































