Pradiksar Menwa Universitas Muria Kudus Berujung Maut

Akrom Hazami - detikNews
Rabu, 10 Okt 2018 08:41 WIB
Universitas Muria Kudus (UMK). Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Seorang mahasiswa meninggal usai mengikuti Pra-pendidikan Dasar (Pradiksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 923 Gondo Wingit, Universitas Muria Kudus (UMK). Pihak kampus mengatakan bahwa mahasiswa bernama Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18) itu meninggal dunia karena hiportemia.

Kukuh meninggal dunia pada Jumat (5/10). Rektor UMK Suparnyo menjelaskan saat itu korban tidak ikut kegiatan repling seperti rekan peserta lain di jembatan Sungai Gelis, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus.

"Tubuhnya bongsor sekitar 102 kg, talinya (tali untuk repling) tidak muat. Tingginya (korban) 172 cm," kata Suparnyo saat ditemudi wartawan di Gedung rektorat UMK, Senin (8/10).

Senior korban, lanjut Suparnyo, meminta Kukuh untuk tidak ikut repling. Keterangan yang diterima dari panitia Menwa, mahasiswa Fakultas Teknik ini hanya melihat dari atas jembatan. Lantaran melihat repling yang dilakukan temannya menarik, Kukuh berjalan menuruni jembatan melalui jalan biasa.


Suparnyo bercerita, Kukuh memilih mainan air sungai yang tinggi permukaannya di bawah lutut. Suparnyo mengaku tak mengetahui berapa lama korban main air. Saat main air itulah, korban tiba-tiba pingsan.

Rekan Menwa membawanya ke Puskesmas Gondosari. Namun puskesmas meminta korban dibawa ke RSI Sunan Kudus. Sekitar pukul 19.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.


"Dari hasil keterangan dokter di rumah sakit, kena hipotermia," terang Suparnyo.

Suparnyo menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dievaluasi.

"Nanti kita akan kita evaluasi kegiatan ini. Artinya akan misalnya untuk ikut anggotanya, misalnya, betul-betul kita rigid lah syaratnya," ujar Suparnyo.

Salah satu syarat yang harus jelas menurut Suparnyo adalah keterangan sehat.


"Keterangan sehat, misalnya. Kalau keterangan dokter, njenengan (Anda) kalau cari keterangan sehat, mudah to. Cari dokter. Kelihatan sehat, ya sehat," tuturnya.

"Tidak ada checking kesehatan seperti itu. Sehingga mungkin tidak cukup itu syaratnya. Secara detail mungkin periksa jantungnya, penyakit dalamnya atau tidak. Atau ada riwayat sakitnya. Atau pernah ada sakit kronis. Sakit apa itu. Harus diperhatikan. Sehingga sampai ada pelaksanaan tidak ada kejadian seperti ini," urai Suparnyo.

Polisi telah turun tangan menyelidiki kematian Kukuh.

"Ada dua orang saksi telah dipanggil," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi Siswanto pada wartawan, Selasa (9/10).

"Mereka adalah ketua Menwa, dan anggota Menwa," ujarnya.

Agus mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Kukuh. Namun pemeriksaan tetap dilanjutkan. Saat ini, polisi juga masih menunggu hasil visum dokter.

"Masih menunggu hasil visum kemarin," imbuh Agus. (sip/sip)