Mahasiswa UMK Meninggal Usai Pradiksar, Polisi Periksa Ketua Menwa

Akrom Hazami - detikNews
Selasa, 09 Okt 2018 16:43 WIB
Universitas Muria Kudus (UMK). Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Polisi turun tangan menyelidiki kematian mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18) usai pradiksar Menwa. Untuk itu, polisi memeriksa Ketua Menwa UMK sebagai saksi.

"Ada dua orang saksi telah dipanggil. Mereka adalah ketua Menwa, dan anggota Menwa," Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi Siswanto saat dihubungi wartawan, Selasa (9/10/2018).

Agus mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Kukuh. Namun pemeriksaan tetap dilanjutkan.


Sebelumnya Rektor UMK, Suparnyo telah menyampaikan keterangannya kepada wartawan tentang meninggalnya Kukuh.

"Dari hasil keterangan dokter di rumah sakit, kena hipotermia," terang Suparnyo saat ditemui wartawan di Gedung Rektorat UMK, Senin (8/10).

Suparnyo menjelaskan saat itu para mahasiswa melaksanakan repling di jembatan Sungai Gelis, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (5/10).

"Karena tubuhnya bongsor sekitar 102 kg, talinya tidak muat dan tingginya (korban) 172 cm. Dia hanya melihat dari atas jembatan. Karena terlihat menyenangkan, korban ikut turun tapi melalui jalan biasa. Atau turun dan jalan biasa tanpa tali," jelasnya.


Saat itu, lanjut Suparnyo berdasarkan keterangan senior korban, Kukuh diminta untuk tidak usah ikut repling. Akhirnya korban memilih untuk bermain air sungai yang tinggi permukaannya di bawah lutut. Suparnyo mengaku tak mengetahui berapa lama korban main air. Saat main air itulah, korban tiba-tiba pingsan.

Rekan Menwa kemudian membawanya ke Puskesmas Gondosari yang dianggap terdekat dari lokasi. Namun puskesmas meminta korban dibawa ke RSI Sunan Kudus. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.00 WIB. (sip/sip)