Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa UMK Usai Ikut Pradiksar Menwa

Akrom Hazami - detikNews
Selasa, 09 Okt 2018 16:29 WIB
Lokasi pradiksar Menwa UMK, Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Polres Kudus turun tangan mendalami kematian mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) usai mengikuti pradiksar Resimen Mahasiswa (Menwa). Untuk itu, polisi meminta keterangan dua orang saksi.

Mahasiswa yang meninggal merupakan mahasiswa baru bernama Kukuh Muhammad Isa Mahendra (18). Kukuh meninggal dunia usai mengikuti pradiksar Menwa Batalyon 923 Gondo Wingit UMK.

"Ada dua orang saksi telah dipanggil," kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi Siswanto saat dihubungi wartawan, Selasa (9/10/2018).

Disinggung siapa identitas para saksi, Agus menuturkan, inisial para saksi adalah A dan P. Mereka dimintai keterangan terkait detail kegiatan yang dilakukan hingga berujung korban pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

"Kendati dari hasil pemeriksaan sementara tidak ada tanda kekerasan fisik, tapi pemeriksaan tetap dilanjutkan," imbuh Agus.


"Temasuk apakah ada faktor kelalaian? Kami belum bisa menyampaikan itu. Ini masih pemeriksaan," ujar dia.

Pihaknya juga akan mengecek keterangan lagi dari rektorat dan Menwa UMK.

"Nanti rencana akan dicek lagi ke rektorat dan Menwa. Kegiatan ada cek fisiknya atau belum," beber Agus.

Sebelumnya Rektor UMK, Suparnyo telah menyampaikan keterangannya kepada wartawan tentang meninggalnya Kukuh.

"Dari hasil keterangan dokter di rumah sakit, kena hipotermia," terang Suparnyo saat ditemui wartawan di Gedung Rektorat UMK, Senin (8/10).

Suparnyo menjelaskan saat itu para mahasiswa melaksanakan repling di jembatan Sungai Gelis, Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus, Jumat (5/10).

"Karena tubuhnya bongsor sekitar 102 kg, talinya tidak muat dan tingginya (korban) 172 cm. Dia hanya melihat dari atas jembatan. Karena terlihat menyenangkan, korban ikut turun tapi melalui jalan biasa. Atau turun dan jalan biasa tanpa tali," jelasnya.

Saat itu, lanjut Suparnyo berdasarkan keterangan senior korban, Kukuh diminta untuk tidak usah ikut repling. Akhirnya korban memilih untuk bermain air sungai yang tinggi permukaannya di bawah lutut. Suparnyo mengaku tak mengetahui berapa lama korban main air. Saat main air itulah, korban tiba-tiba pingsan.

Rekan Menwa kemudian membawanya ke Puskesmas Gondosari yang dianggap terdekat dari lokasi. Namun puskesmas meminta korban dibawa ke RSI Sunan Kudus.

Setelah mendapat perawatan medis, sekiar pukul 19.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter. (sip/sip)