Kebakaran diduga berasal dari tungku salah satu rumah warga. Api melalap rumah 6 warga yang sebagian besar merupakan rumah dengan bahan kayu jati model Jawa Limasan. Selain rumah, juga gerobok atau tempat menyimpan padi.
Informasi diperoleh menyebutkan, kebakaran kali pertama diketahui pukul 09.45 WIB. Ketika itu dua warga tengah memperbaiki musala di dusun tersebut melihat ada asap dari salah satu rumah warga. Mengetahui kejadian tersebut, warga pun berupaya memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya, namun api terus membesar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, Wan Ali mengatakan, kebakaran kali pertama diketahui dua orang yang tengah memperbaiki atap musala. Kedua orang tersebut langsung berteriak, kemudian warga lainnya berdatangan untuk memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya.
"Keterangan dari dua pekerja yang memperbaiki atap musala melihat kepulan asap kecil dari rumah Sartono. Dari Sartono itu angin bertiup ke barat sehingga api merembet," katanya saat dihubungi, Senin (8/10/2018).
"Dari 6 rumah itu ada sekitar 2 ton padi yang terbakar, juga ada satu ekor sapi," ujarnya.
Ditambahkan Ali, karena rumahnya terbakar saat ini para korban mengungsi di rumah tetangganya atau saudaranya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, pascakejadian kebakaran BPBD Kabupaten Semarang melakukan droping logistik kepada para korban.
"Kami sudah melakukan droping logistik. Logistik itu berupa kebutuhan untuk sehari-hari," katanya.
Terpisah, Kasubag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Untuk penyebab kebakaran masih diselidiki.
"Untuk penyebab kebakarannya kami masih melakukan penyelidikan," kata dia. (bgs/bgs)











































