DetikNews
Rabu 26 September 2018, 17:32 WIB

Tolong! Bayi Kembar Siam di Gunungkidul Ini Butuh Uluran Tangan

Usman Hadi - detikNews
Tolong! Bayi Kembar Siam di Gunungkidul Ini Butuh Uluran Tangan Bayi kembar siam Meisya dan Meikha di Gunungkidul. Foto: Istimewa
Gunungkidul - Bayi kembar siam dari dada sampai kaki asal Dusun Pabregan, Sumberejo, Semin, Gunungkidul, membutuhkan uluran tangan. Bayi kembar dari keluarga kurang mampu ini belum mendapatkan penanganan medis.

Bayi kembar siam itu adalah Meisya Sahyana dan Meikha Sahyana (4 bulan). Mereka merupakan putri dari Ari Sahyana (28) dan Eka Handayani (27) warga Pabregan. Keluarga ini tergolong kurang mampu, Ari berprofesi buruh serabutan dan Eka ibu rumah tangga.

Karena keterbatasan ekonomi, keluarga Ari urung membawa anaknya ke rumah sakit. Padahal, bayi kembar siam ini membutuhkan penanganan medis. Sebab, meski organ tubuh utama Meisya dan Meikha normal, tapi keduanya hanya memiliki satu usus besar.

"Usus besarnya cuma ada satu, kalau (organ tubuh) semuanya lengkap," kata Ari saat ditemui detikcom di kediamannya, Rabu (26/9/2018).

Ari mengatakan, awal mula dirinya mengetahui anaknya kembar siam yakni ketika usia kandungan istrinya menginjak tujuh bulan. Tatkala itu, Eka melakukan cek kesehatan di Puskesmas Semin 2, tapi saat itu petugas medis curiga ada yang ganjil dari kandungannya.

Setelahnya, Eka dirujuk ke sebuah rumah sakit yang berada di Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter rumah sakit tersebut, diketahui bahwa janin yang dikandung Eka kembar siam, memiliki dua kepala namun berbadan satu.

"Dapat kabar begitu saya kan panik, langsung ya spontan nggak karu-karuan. Saya nggak nyangka kalau seperti ini. Tapi saya menyadari ini sudah takdir," ujar Ari.

Ari melanjutkan, karena RS di Cawas tak sanggup menangani kandungan istrinya, akhirnya Eka dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Namun karena pertimbangan suatu hal, akhirnya Eka kembali dirujuk ke rumah sakit lain yakni ke RSUP Dr Sardjito Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di RSUP Dr Sardjito ini akhirnya Meisya dan Meikha dilahirkan tanggal 14 Mei 2018 lalu melalui operasi cesar. Beruntung bayi kembar siam ini beserta ibunya selamat.

"Cara melahirkannya dengan cara cesar, karena nggak bisa kalau melahirkan normal. (Bayinya dempet) dari badan bagian depan, kaki nempel satu. Jadi masing-masing punya (kaki) tapi yang dua kaki jadi satu," ungkapnya.

Bila memungkinkan, Ari berharap Meisya dan Meikha lekas mendapatkan penanganan medis, badannya dipisah dengan jalan operasi. Namun yang menjadi kendalanya adalah biaya.

"Tapi saya pengennya kalau bisa (operasi), nggak apa-apa kalau itu jalan yang terbaik. Ya kasihan kalau seperti itu (kembar siam). Harapannya kalau bisa dipisah. Kasihan," pungkas dia.

Kakek dari Meisya dan Meikha, Istriyanto (55) menjelaskan bahwa di keluarga Ari hanya Eka yang memiliki JKN KIS. Sementara Ari dan kedua anaknya belum tercover JKN, padahal mereka berasal dari kalangan ekonomi bawah.

"Kemarin itu (pascalahiran) sempat diminta ngurus (keringanan biaya), tapi cuma berlaku tiga bulan. Jadi pas lahir itu disuruh bikin (surat keringanan biaya) sementara. Untuk BPJS yang gratis itu belum dapat," tutur Istriyanto.

Dukuh Pabregan, Giarno menjelaskan, bahwa pihaknya akan berupaya agar Ari dan kedua putri kembar siamnya mendapatkan JKN KIS. Sebab, dia mengakui bahwa keluarga Ari tergolong kurang mampu yang berhak atas JKN.

"Dari Puskesmas Semin 2 sudah melakukan pendataan. Tapi kalau janjiin (JKN KIS) saya enggak bisa. Sifatnya hanya pendataan, usulan. Kalau keputusan yang menentukan pemerintah, kalau kita mengusulkan," tutupnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed