2 Orang Pingsan Saat Berebut 1.500 Ekor Ayam Gratis di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 26 Sep 2018 10:39 WIB
Suasana pembagian ayam gratis di Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Solo Raya membagikan 1.500 ekor ayam hidup gratis. Warga yang berebut akhirnya menjadi ricuh hingga menyebabkan 2 orang pingsan. Panitia menghentikan acara karena khawatir terjadi hal yang lebih parah.

Peternak yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Solo Raya membagi-bagikan 1.500 ekor ayam kepada warga di Pasar Jongke, Solo, Rabu (25/9/2018). Ayam potong itu dibagikan secara cuma-cuma.

Pembagian dimulai pukul 08.00 WIB. Tak sampai satu jam, ayam-ayam tersebut langsung ludes. Bahkan banyak warga yang kecewa karena tidak kebagian ayam gratis itu. Mereka pun nekat mengantre di lokasi pembagian meski ayam sudah habis.

"Saya sudah antre setengah jam tapi enggak dapat. Malah tadi ada yang bawa dua ayam," kata Wahyu, warga Sondakan, Laweyan, Solo.

2 Orang Pingsan Saat Berebut 1.500 Ekor Ayam Gratis di Solo(Panitia menenangkan kerumunan warga (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Pelaksanaan pembagian ayam pun sempat ricuh, dua orang warga terlihat pingsan saat berada di tengah kerumunan massa. Keduanya kemudian dievakuasi keluar dari kerumunan.

Setelah pembagian ayam hidup, panitia sebenarnya akan membagikan nasi ayam kardus. Namun karena warga tidak tertib, panitia membatalkan acara pembagian.

Pembagian 1.500 ekor ayam hidup itu dilakukan sebagai bentuk protes peternak kepada pemerintah atas rendahnya harga ayam hidup di pasar.

"Ini bentuk protes sekaligus aksi sosial kita karena harga ayam yang sangat rendah. Daripada dijual rugi, sekalian kita gratiskan saja," kata Ketua Pinsar Jawa Tengah, Pardjuni usai pembagian.

2 Orang Pingsan Saat Berebut 1.500 Ekor Ayam Gratis di SoloWarga membawa pulang ayam hasil pembagian (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Menurutnya, harga ayam hidup normal dijual Rp 18 ribu per ekor. Namun saat ini harga di pasaran mencapai Rp 13 ribu per ekor, sehingga peternak rugi Rp 5 ribu per ekor. "Kami menuntut agar pemerintah menurunkan harga bibit dan pakan ayam," ujarnya.

Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmoko, mengatakan rendahnya harga ayam hidup dikarenakan kebutuhan ayam yang menurun. Sedangkan pasokan ayam sedang berlebih.

"Ini kan bulan Sura, memang biasa kebutuhan menurun. Seharusnya ini diantisipasi sejak beberapa bulan lalu. Kebutuhan nasional itu 58 juta ekor, tapi ini ada kelebihan sampai lima persen," kata Singgih.



Tonton juga 'Bule-bule di Surabaya Ini Siap Cuci Motor Anda Gratis, Mau Coba?':

[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)