DetikNews
Selasa 25 September 2018, 15:17 WIB

Transmigrasi Masih Jadi Pilihan Warga untuk Mengubah Nasib

Edzan Raharjo - detikNews
Transmigrasi Masih Jadi Pilihan Warga untuk Mengubah Nasib Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Transmigrasi dari Pulau Jawa ke luar Jawa masih jadi daya tarik sebagian warga masyarakat untuk mengubah nasib. Ketersediaan lahan dan minimnya lapangan lapangan kerja menjadi salah satu keinginan warga untuk bertransmigrasi.

Cerita sukses para transmigran membuat warga lain termotivasi untuk ikut bertransmigrasi. Ingin kehidupan yang lebih baik seperti para transmigran yang sukses sebelumnya.

Sebanyak 21 KK atau 72 jiwa dari wilayah DIY berangkat transmigrasi ke Provinsi Kalimantan Utara. Warga dari Provinsi DIY tertarik bertransmigrasi karena ada masa depan yang lebih baik.

Lahan untuk bertani mereka yakini bakal merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Transmigran asal DIY ini akan menempati lahan transmigrasi di Tanjung Buka SP.6B, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Disana mereka akan bergabung dengan transmigrasi lokal yang diharapkan bisa bertukar pengalaman dalam mengolah lahan pertanian.
Transmigrasi Masih Jadi Pilihan Warga untuk Mengubah NasibFoto: Edzan Raharjo/detikcom

"Disana bisa untuk masa depan anak saya nanti, saya akan menggarap pertanian, nanam padi, sayur. Saya ingin suskes seperti tetangga saya transmigrasi di Riau, sekarang sudah punya banyak tanah," kata Riyadi (32), transmigran asal Srandakan Bantul DIY saat pelepasan transmigrasi asal DIY di Bangsal Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, Selasa (25/9/2018).

Riyadi berangkat transmigrasi membawa istri dan satu anaknya yang masih kecil. Ia mengaku sudah punya bekal karena sudah diberi pelatihan pertanian dan juga diberi alat-alat bertani.

Menurutnya, disana akan lebih baik karena selama ini dirumah ia hanya bekerja serabutan dan buruh tani dengan sedikit lahan. Tetapi di lokasi transmigrasi ia dijanjikan mendapat 2 hektare lahan.

Transmigran lain, asal Ringinharjo, Bantul, Triawan (40) mengaku motivasi utama ikut transmigrasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan. Lahan pertanian yang lebih menurutnya akan memberikan kesempatan lebih untuk merubah hidup. Selain bertani, ia berencana usaha lain jika ada peluang.

"Disini ada lahan tapi terbatas, disana dapat 2 hektar jadi kesempatannya lebih luas. Saya berangkat sama istri, anak saya tetap disini karena sekolah," kata Triawan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, Sujati mengatakan bahwa transmigrasi di wilayahnya sudah ada sejak tahun 1974 silam dan terus ada sampai sekarang. Transmigrasi ini telah berkontribusi pada pembangunan di Bulungan. Para transmigran asal DIY ini akan bergabung dengan transmigran lokal dan diharapkan bisa saling tukar-menukar pengalaman dalam pengolahan tanaman.

"Dengan penduduk lokal tidak ada masalah, tidak ada konflik, aman-aman. Banyak transmigran yang juga jadi guru dan lainya," kata Sujati.

Sekjen Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Anwar Sanusi mengatakan bagi transmigrasi yang tidak betah dan kembali maka hal itu akan menjadi catatan dan mereka tidak bisa ikut kembali. Para transmigran ini sudah diberikan daerah yang memiliki prospek yang bagus dan mereka sudah diberikan pelatihan-pelatihan.

"Mereka ketika transmigrasi tidak hanya diberikan lahan, tapi juga pemukiman, rumah dan jatah hidup. Jadup ini nilainya kurang lebih hampir sama dengan UMR," kata Anwar Sanusi di kantor Gubernur DIY.



(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed