DetikNews
Senin 24 September 2018, 10:15 WIB

Datangi Kantor Muhammadiyah Jateng, Sandiaga Janji Benahi BPJS

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Datangi Kantor Muhammadiyah Jateng, Sandiaga Janji Benahi BPJS Sandiaga Uno di PWM Jateng. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Kampanye hari kedua, calon wakil presiden, Sandiaga Salahudin Uno bersilaturahmi ke kantor Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Sandi membahas soal tunggakan BPJS ke sejumlah rumah sakit.

Sandi di depan warga Muhammadiyah menanyakan soal kenaikan biaya yang makin naik, kemudian soal lapangan pekerjaan yang sulit, serta fasilias kesehatan.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu membahas soal hutang BPJS setelah mendengarkan data dari Ketua PWM Jateng, Tafsir yang menyebut BPJS utang sekitar Rp 300 miliar di 32 rumah sakit milik Muhammadiyah di Jateng.

"RSUD DKI yang terakhir itu memberikan dana talangan dari bank DKI," kata Sandi di kantor PWM Jateng, Pleburan Semarang, Senin (24/9/2018).

Menurutnya pengelolaan keuangan BPJS perlu diperbaiki. Ia pun berjanji jika terpilih sebagai Wapres akan membenahi BPJS agar tidak sampai kehabisan obat dan tidak bisa menggaji karyawan.

"Nanti di bawah Pak Prabowo dan Sandi akan komit benahi BPJS. Sistemnya bagus, tinggal pengelolaan harus lebih baik. Bagaimana jangan sampai dana tunai minim sehingga tidak bisa beli obat dan gaji," ujarnya.

Dalam kampanyenya itu, Sandi juga meyakinkan warga Muhammadiyah yang hadir jika ingin kehidupan yang sejahtera bisa memilih untuk ganti kepemimpinan.

"Susah apa senang? Terus apa ganti?" tanya Sandi.


"Ganti," jawab warga yang datang.

Usai acara, Sandi mengatakan aspirasi dari warga Muhammadiyah lebih ditekankan daripada soal dukungan. Karena menurut Sandi aspirasi harus diserap dan dipecahkan jika ia terpilih nanti.

"Bukan soal dukung mendukung tapi aspirasi Muhammadiyah. Muhamadiyah harus netral.. kita tugasnya yakinkan warga untuk dua isu utama," terangnya.


Sementara itu Ketua PWM Jateng, Tafsir mengatakan, Muhammadiyah netral tapi untuk individunya tidak boleh netral karena harus memilih. Terkait ajakan-ajakan Sandi di dalam silaturahmi menurut Tafsir hal itu wajar.

"Ya itu wajar mereka cawapres, itu jawaban warga kan," kata Tafsir.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed