DetikNews
Minggu 23 September 2018, 16:17 WIB

Nama Jalan di Kudus Yang Sejarahnya Tak Diketahui Banyak Orang

Akrom Hazami - detikNews
Nama Jalan di Kudus Yang Sejarahnya Tak Diketahui Banyak Orang Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Di kabupaten Kudus, Jawa Tengah ada banyak nama-nama jalan yang punyai nilai sejarah namun tidak banyak diketahui masyarakat. Beberapa nama tokoh penting mulai Kiai Telingsing, Sunan Kudus, Sunan Muria, sampai kakanda RA Kartini yaitu Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono sudah banyak diketahui.

Namun ada jalan Niti Semito, Mayor Kusmanto, Mayor Basuno, Kapten Ali Mahmudi tidak banyak yang tahu sejarahnya. Sedangkan nama dr Loekmono Hadi, selain diabadikan jadi nama jalan juga nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kudus.

Hal itu diungkapkan sejarawan Kudus, Edy Supratno saat diskusi bertajuk Napak Tilas dalam rangka HUT Kudus ke 469 Koedoes Sepanjang Jalan, Senandung Kerinduan di kompleks Makam Drs RMP Sosrokartono Kaliputu, Kudus, Minggu (23/9/2018).

"Ada Nitisemito, pengusaha rokok di Kudus dulu. Saat jaya-jayanya membangun pabrik seluas 6 hektare," ungkap Edy.

Pekerjanya lanjut Edy ada 8 ribu atau setara dengan Djarum sekarang. Mereka punya alat transportasi berupa truk, mendukung berbagai kegiatan budaya.

"Pentas di mana-mana, promosi awal abad 20 menggunakan pesawat terbang. Ini luar biasa," kata Edy.

Menurutnya saat itu mungkin tidak ada orang di Indonesia kalangan swasta selain Nitisemito, yang promo produknya pakai pesawat terbang. Serta sosok yang mempunyai stasiun radio dengan pendengar hingga wilayah di Singapura.

Ada juga dr Loekmono Hadi. Dia adalah tokoh penting yang terbunuh oleh Belanda bersama banyak orang lainnya. Loekmono Hadi dijadikan tameng saat pasukan Siliwangi menyerang kelompok PKI. Ada juga, Mayor Basuno. Nama ini mengemuka saat ada Agresi Militer Belanda, dengan tugasnya di wilayah Muria yaitu di Jepara.

"Kalau Sunan Kudus, Sunan Muria, sejarahnya sudah banyak diketahui masyarakat. Beda dengan Kiai Telingsing. Sedangkan yang lain terutama dari anak-anak muda yang tidak mengetahuinya," tandasnya.

Menurut Edy, kiai Telingsing adalah tokoh yang diperkirakan ada sejak abad 16. Tokoh ini dipercaya sebagai penyebar agama Islam dari etnis Tionghoa. Di era itu, etnis ini berkontribusi besar terhadap penyebaran ajaran agama Islam di Indonesia. Kiai Telingsing juga mempunyai keahlian mengukir.

"Dengan kayunya diambil dari wilayah Kendeng," katanya

Ada juga Mayor Kusmanto dan Kapten Ali Mahmudi. Mereka adalah tokoh penting pada saat agresi Belanda kedua. Saat itu, Kapten Ali terbunuh dan digantikan Mayor Kusmanto.

"Mayor Kusmanto, punya pasukan khusus bernama Macan Putih. Ada 40 pasukan elit Macan Putih yang melakukan perlawanan Belanda. Markas di Glagah Kulon, Dawe, Kudus," bebernya.

Sedangkan Sosrokartono, terang Edy, adalah kakak dari RA Kartini. Makamnya di Kudus sebab leluhurnya dimakamkan di kompleks makam Sido Mukti Kaliputu Kudus. Sosok yang satu ini, adalah orang hebat yang tidak mau menonjol.

"Sosrokartono hebat tapi tidak mau muncul. Saudaraya jadi bupati, dia memilih jadi tabib," terangnya.

Erik Aditia Ismaya, dosen Sosio Antropologi Universitas Muria Kudus melihat, Kudus sebagai daerah dengan mayoritas muslim serta mempunyai toleransi tinggi.

"Kudus aman. Tidak ada keriuhan. Di daerah lain, masalah toleransi jadi isu," imbuh Erik.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed