DetikNews
Minggu 23 September 2018, 10:24 WIB

Viral Pemotor Protes Motor Diamankan Karena Telat Bayar Pajak

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Viral Pemotor Protes Motor Diamankan Karena Telat Bayar Pajak Foto: Ilustrasi Medsos/Gagah Wijoseno
Semarang - Postingan di facebook berisikan video seorang pria yang memprotes polisi karena adiknya ditilang di Semarang. Dalam video itu disebutkan polisi akan menilang dengan membawa motor.

Pemilik akun bernama Edison Taf itu memposting video 5 menit 16 detik. Edison mengawali dengan penjelasan adiknya ditilang karena telat bayar pajak STNK. Dalam caption video disebut kejadian di depan Akpol Semarang.

"Bapak ini menilang hanya gara-gara STNK-nya terlambat pembayaran, bukan tidak berlaku. Maaf ya pak, berlaku tapi telat pembayaran. Bapak ini memberikan surat tilang dengan syarat menahan motor, kalau sudah ditilang tidak bisa menahan motor," kata Edison dalam video tersebut.

Edison berusaha menjelaskan tindakan polisi yang menilang hingga menahan motor itu salah. Sedangkan petugas kepolisian yang menilang juga berusaha memberikan jawaban.

Dalam video itu tidak dijelaskan bagaimana orang-orang disana memulai dialog sehingga sampai ke pajak STNK, Edison hanya menyebut adiknya ditilang karena melanggar lalulintas. Di akhir video petugas itu meminta barang-barang berharga di motor dikeluarkan karena akan motor akan ditahan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan STNK memang berlaku 5 tahun dan wajib dilakukan pengesahan setiap tahun melalui pembayaran pajak.

"Hal ini sesuai dengan amanat UULLAJ no.22 tahun 2009 pasal 288 ayat (1) juncto pasal 70 ayat (2)," kata Ardi melalui pesan whatapps.

Ia juga menjelaskan diskresi kepolisian secara yuridis diatur dalam pasal 18 UU no.2 tahun 2002 yaitu untuk kepentingan umum, pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenang dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri.

"Hal tersebut mengandung maksud bahwa seorang anggota Polri yang melaksanakan tugasnya di tengah masyarakat seorang diri, harus mampu mengambil keputusan berdasarkan penilaiannya sendiri apabila terjadi gangguan terhadap ketertiban dan keamanan umum atau bila timbul bahaya bagi ketertiban dan keamanan umum," jelasnya.

Terkait tindakan penyitaan motor, diduga ada kejadian yang melatarbelakangi yang tidak terekam video. Oleh karena itu Ardi sedang berupaya mengundang semua pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut untuk klarifikasi.

"Kejadian video di atas hanya sepotong. Ada situasi sebelumnya yang tidak terekam oleh kamera dimana terdapat dugaan pelanggar melawan petugas. Saya masih berupaya undang semua pihak untuk klarifikasi," tandasnya.


Simak Juga 'Duh! Mobil Anggota DPR Telat Bayar Pajak 2 Tahun':

[Gambas:Video 20detik]


(alg/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed