DetikNews
Jumat 21 September 2018, 14:53 WIB

Polisi Masih Buru 7 Pengeroyok yang Tewaskan Sendi di Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Polisi Masih Buru 7 Pengeroyok yang Tewaskan Sendi di Kudus Pelaku pengeroyokan di Kudus. Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Polres Kudus masih memburu tujuh orang pelaku pengeroyokan hingga berujung tewasnya Sendi Jasmani (27). Saat ini, polisi sudah menangkap dua orang dari total sembilan pelaku.

Pengeroyokan Sendi terjadi di depan Balai Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus pada Minggu (24/6) lalu.

Hal ini terungkap saat Polres Kudus menggelar jumpa pers terkait perkembangan pengungkapan kasus tersebut di halaman mapolres setempat, Jumat (21/9/2018). Dua pelaku dihadirkan di lokasi.

Kedua pelaku yang tertangkap adalah Muhammad Purnomo (19) dan Muhammad Muzakki Maulana (20). Mereka warga Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Sementara pelaku lain yang belum tertangkap, juga merupakan warga Pati.

Salah seorang pelaku, Purnomo mengaku ikut memukul korban dua kali.


"Saya memukul dua kali. Kalau yang menikam korban, saya tidak tahu," kata Purnomo kepada wartawan.

Dia melanjutkan bahwa seingatnya saat itu di lokasi agak gelap.

"Jan (Rusmijan) bawa pisau. Usai menusuk, lari ke Jambi, " beber Purnomo.

Dia menuturkan, sebelum peristiwa itu terjadi dia diajak Kusmijan dan pelaku lain mendatangi Desa Jojo. Setelah sebelumnya, mereka melakukan pesta miras lebih dulu. Namun begitu tiba di lokasi, teman-temannya turun dari sepeda motor dan mengeroyok korban.


Wakapolres Kudus Kompol Muhammad Ridwan menambahkan, sebelumnya para pelaku menikmati tontonan orkes dangdut di Desa Jojo. Saat itu, Rusmijan bersama teman berjoget di sebelah kanan panggung. Tiba-tiba di tengah tontonan, kepala Rusmijan kena lemparan batu. Hingga keluar darah.

Rusmijan pun tak terima dan segera melempar tanah yang ada di lokasi dangdutan ke arah yang diduga datangnya lemparan batu. Spontan akibat aksinya, Rusmijan dikeroyok pemuda lainnya. Rusmijan pun lari ke luar area tontonan.

"Para tersangka pulang dan minum minuman keras. Kemudian, mereka datang lagi malamnya menuju lokasi depan Balai Desa Jojo," jelas Ridwan didampingi Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agus Supriadi Siswanto.

Kemudian, mereka sempat duduk-duduk dulu di lokasi. Hingga sekitar pukul 19.30 WIB, korban mengendarai sepeda motor keluar dari gang depan balai desa. Pelaku lain Endra dan teman pelaku mengeroyok korban. Beberapa kali korban dipukul, ditendang, hingga ada juga yang menusuk perutnya.

Aksi sadis baru berhenti setelah ada warga setempat melerai pengeroyokan.

Atas perbuatan pelaku, polisi mengenakan pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 KUHP, atau tindak pidana sesuai dengan pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP, atau tindak pidana pengeroyokan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan matinya orang.

Sesuai dengan dengan pasal 170 ayat 2 KUHP, atau tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang jo turut serta melakukan tindak pidana sesuai pasal 351 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Ancaman tindak pidana pembunuhan yang direncanakan ancaman hukumannya pidana mati. Tindak pidana pembunuhan, ancaman hukumannya 15 tahun. Tindak pidana pengeroyokan mengakibatkan mati, ancaman hukumannya 12 tahun," terang Agus.



Tonton juga 'Pelajar di Blitar Dikeroyok 5 Pria: Tengkorak Retak, Jari Putus':

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed