DetikNews
Jumat 21 September 2018, 13:47 WIB

Berusaha Kabur, Sindikat Pencuri Rumah Kosong di Boyolali Didor

Ragil Ajiyanto - detikNews
Berusaha Kabur, Sindikat Pencuri Rumah Kosong di Boyolali Didor Para pelaku pencurian di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Tiga orang komplotan pencuri spesialis pembobol rumah kosong berhasil diringkus Polres Boyolali. Dari pengakuan sementara, mereka sedikitnya telah beraksi di 7 tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Boyolali dan Solo.

Polisi terpaksa melumpuhkan ketiga tersangka dengan timah panas. Ketiga tersangka ditembak dan tepat mengenai kakinya karena berusaha kabur saat disergap.

"Mereka adalah pelaku pencurian dengan pemberatan di wilayah Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Ketiga pelaku dari Semarang dan Grobogan," ujar Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, dalam jumpa pers di Mapolres setempat, Jumat (21/9/2018).

Ketiga tersangka yakni Genroyono Teguh W (31) warga Dukuh Ledokan, Desa Ngaringan, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobokan yang merupakan pimpinan komplotan. Kemudian, Buddy Setyawan (29) warga Kampung Jatisari Lestari, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang dan Dwi Waluyo N (29) warga Jl Condrorejo, Desa Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Mereka adalah pelaku pembobolan rumah milik Aris Musinggih Jati Laksana (32) warga Perum Pondok Baru Permai V No 36, Dukuh Gagaksipat, Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, pada 29 Agustus 2018 lalu. Para tersangka berhasil mencuri sejumlah barang elektronik, antara lain telepon seluler dan televisi.

Setelah mendapatkan laporan, petugas Polsek Ngemplak dan Polres Boyolali melakukan penyelidikan. Identitas para pelaku akhirnya berhasil diungkap dan selanjutnya petugas melakukan pengejaran.

Para tersangka berhasil dibekuk petugas Polres Boyolali pada Jumat (21/9/2018) dini hari. Dalam penangkapan ini, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, satu unit handphone (HP), satu unit televisi LED, satu mobil Toyota Avanza bernomor polisi S 1985 AW yang digunakan ketiga tersangka melakukan aksinya dan dua plat nomor mobil AD 9412 TB.

Selain itu juga disita dua set linggis dan satu kunci leter T beserta lima anak kunci. Linggis dan kunci itulah yang digunakan para tersangka untuk membobol rumah kosong incarannya. Ketiga tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Boyolali untuk proses hukum lebih lanjut.

Aries menjelaskan, para tersangka tersebut merupakan komplotan pencuri dengan sasaran rumah kosong. Dalam aksinya mereka menggunakan linggis untuk mencongkel pintu maupun jendela. Kemudian kunci leter T dengan 5 anak kunci untuk membuka gembok.

"(Para tersangka) Memang sudah punya niat untuk melakukan pencurian terhadap rumah-rumah kosong yang ada di wilayah Boyolali," jelasnya.

Bahkan, mereka sudah beberapa kali beraksi di wilayah Boyolali dan daerah lain. Dari pengakuan sementara, mereka telah melakukan Curat di wilayah Boyolali sebanyak tiga kali.

"Sementara hasil pemeriksaan ada tiga TKP yaitu di Mojosongo, Teras dan Ngemplak. Para tersangka juga melakukan Curat di wilayah Solo, maka kami akan komunikasikan dengan Polresta (Solo) untuk mengungkap TKP yang lain," tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, menambahkan ketiga tersangka merupakan sindikat pencurian dengan pemberatan. Sasarannya yaitu rumah-rumah kosong yang sedang ditinggalkan pemiliknya.

"Ya, ini sindikat. Dari pengakuan sementara, baru 7 TKP yang diakuinya diantaranya di Boyolali 3 TKP dan 4 di daerah lain," imbuh Willy.

Para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed