DetikNews
Jumat 21 September 2018, 12:47 WIB

Datangi SMKN 6, Walkot Solo Marah Dapat Info Ijazah Siswa Ditahan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Datangi SMKN 6, Walkot Solo Marah Dapat Info Ijazah Siswa Ditahan Walkot Solo, FX Hadi Rudyatmo datangi SMKN 6 Surakarta. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mendatangi SMKN 6 Surakarta setelah mendapatkan informasi ada ijazah siswa yang ditahan karena persoalan biaya SPP. Wali kota yang akrab disapa Rudy pun datang dengan membawa uang untuk melunasinya.

Wali kota yang akrab disapa Rudy itu langsung menemui Kepala SMKN 6, Ties Setyaningsih dan memberikan uang sebesar Rp 1,25 juta untuk pelunasan biaya SPP siswa berinisial NHN. Dengan nada emosi, Rudy memaksa kepala sekolah menerima uangnya.

"Sudah saya lunasi, kalau tidak diterima malah saya laporkan polisi karena menahan ijazah," kata Rudy, Jumat (21/9/2018).

Sebelumnya, Rudy menerima permohonan dari orang tua NHN terkait pembiayaan sekolah. Dia lalu mengirimkan surat disposisi kepada SMKN 6 agar tetap memberikan ijazah kepada siswa yang kini masuk dalam daftar keluarga miskin (gakin).

Naik pitamnya Rudy tidak lain karena merasa surat disposisinya tidak dihiraukan oleh sekolah. Meski SMK saat ini kewenangan pemerintah provinsi, Rudy meminta agar komunikasi dengan pemkot tidak putus.

"Seharusnya regulasinya dengan disposisinya bisa meringankan biaya. Disposisi saya tidak dihargai, makanya saya lunasi saja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 6, Ties Setyaningsih, mengaku belum menerima surat disposisi yang dimaksud. Dia pun mengatakan terjadi salah paham dalam permasalahan ini.

Ties saat itu juga mengecek siswa terkait. Ternyata siswa jurusan Usaha Perjalanan Wisata itu kini masih duduk di bangku kelas XII, sehingga belum waktunya menerima ijazah.

"Ini hanya salah paham sebenarnya. Saya cek anaknya baru kelas XII, jadi tidak ada tahan menahan ijazah," ujar Ties kepada wartawan.

Mengenai beban biaya SPP Rp 1,25 juta kepada siswa gakin, Ties pun beralasan. Menurutnya, NHN sebelumnya merupakan siswa reguler. Saat ini sekolah masih memproses status siswa tersebut agar berubah menjadi gakin.

"Biaya SPP itu saat dia masih siswa reguler, tentu kalau sudah gakin biayanya bisa dihapus. Tapi untuk memprosesnya butuh waktu," kata Ties.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed