DetikNews
Rabu 19 September 2018, 14:27 WIB

Eksekusi Rumah Bersertifikat Ganda di Pati Diwarnai Kericuhan

Arif Syaefudin - detikNews
Eksekusi Rumah Bersertifikat Ganda di Pati Diwarnai Kericuhan Kericuhan mewarnai eksekusi rumah di Pati. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Pati - Eksekusi dua rumah yang berada di Dukuh Karangdowo Desa Kutohrajo Kecamatan kota Pati diwarnai kericuhan. Aksi dorong dan pukul antara warga dan petugas tak terhindarkan.

Massa yang merupakan warga setempat bersikukuh menolak eksekusi. Mereka beranggapan bahwa dua unit rumah yang hendak dieksekusi tersebut bersertifikat resmi, sehingga warga yang memegang sertifikat itu memiliki hak atas bangunan tersebut.

Aksi saling dorong dan pukul antara warga dengan petugas dari kepolisian pun tak terhindarkan dalam proses eksekusi rumah tersebut. Beberapa warga, ada pula yang menangis histeris bahkan hingga pingsan.

Rumah tersebut sebelumnya dihuni oleh Suyoto. Namun, pada tahun 2009, ada warga bernama Sarwi membuat gugatan, dan mengakui memiliki sertifikat sah atas tanah yang ditempati oleh Suyoto.

Suyoto, pengguna hak rumah sebelumnya, mengakui rumah tersebut pada zaman dahulu dibeli oleh orang tuanya dari orang tua sang penggugat. Namun karena sulitnya proses pengurusan sertifikat, pihaknya dan keluarga hanya berpegang pada buku letter C yang diterbitkan oleh pihak desa.

"Awalnya jual beli dilakukan oleh bapak saya saat itu, dibeli dari bapaknya si penggugat ini. Sehingga saat itu karena zaman dahulu, keluarlah buku C Desa, nah itu yang saya gunakan pedoman untuk tinggal di sini. Namun sampai Mahkamah kok kalah, tapi saya mengatakan, walaupun itu putusannya saya kalah, saya tetap berpedoman itu betul. Bapak saya beli," kata Suyoto kepada wartawan, Rabu (19/9/2018).

Sementara itu, Panitera Pengadilan Pati, Sumitro menjelaskan, eksekusi rumah dilakukan berdasarkan tetapan hukum, setelah adanya putusan inkrah dari pengadilan di tingkat PK yang memenangkan Sarwi selalu penggugat.

"Sebenarnya keputusan sudah keluar sejak tahun 2015 kemarin, kemudian kita imbau agar segera keluar dari rumah ini. Namun karena tidak segera ditindaklanjuti oleh yang bersangkutan, eksekusi baru dilakukan sekarang," jelasnya.

Proses eksekusi sempat tertunda karena keributan tersebut. Namun kemudian warga berhasil dibuat mundur oleh petugas kepolisian, sehingga eksekusi pun tetap dilanjutkan. Barang dikeluarkan, dan bangunan dirobohkan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed