DetikNews
Rabu 19 September 2018, 12:40 WIB

Menjenguk Sukinem yang 9 Tahun Menderita Kanker di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Menjenguk Sukinem yang 9 Tahun Menderita Kanker di Boyolali Sukinem penderita kanker di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Kondisi memprihatinkan dialami Sukinem (40), warga Kabupaten Boyolali. Sudah sekitar 9 tahun ini, ibu lima orang anak itu menderita kanker ganas dan belum pernah menjalani operasi.

"Sudah sejak tahun 2009 lalu (menderita kanker)," kata Sukinem ditemui di rumahnya Dukuh Klentengan RT 04/01 Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali Rabu (19/9/2018).

Kanker tersebut tumbuh di bawah mulutnya. Kini benjolan besar pun tumbuh di dagu Sukinem, hingga mendesak naik ke mulutnya. Meski ada benjolan besar tersebut, dia tetap mampu beraktivitas normal sebagai ibu rumah tangga.

"Rasanya gatal," imbuhnya.

Wanita yang akrab disapa Kinem itu sudah berobat ke sejumlah rumah sakit. Berbagai obat juga sudah dicoba, tetapi benjolan kanker tersebut tetap tumbuh dan semakin membesar. Hanya saja, dia mengaku takut jika harus menjalani operasi.

Penderita kanker, Sukinem saat ditemui di rumahnya. Penderita kanker, Sukinem saat ditemui di rumahnya. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Hal itu juga diungkapkan suaminya, Nursam (47). Nursam menceritakan istrinya pernah akan menjalani operasi sebanyak dua kali. Tetapi, ketika akan masuk ruang operasi kondisinya tiba-tiba ngedrop.

"Awal mulanya ada benjolan kecil di bawah mulut. Terus saya bawa ke rumah sakit Dr Moewardi Solo," kata Nursam.

Dari hasil diagnosa dokter, jelas Nursam, istrinya tersebut menderita kanker ganas. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi untuk mengangkat kanker itu. Nursam pun menyampaikan hal itu ke istrinya dan Sukinem mengaku siap.

"Dulu sudah mau dioperasi, sudah cek darah, sudah disuruh puasa, tapi ketika mau masuk ruang operasi malah drop," jelasnya.

Sehingga Sukinem batal menjalani operasi. Hingga berlarut-larut dan hanya menjalani pengobatan dengan minum berbagai obat-obatan.

Operasi juga pernah akan dilakukan lagi, setelah kelahiran anak bungsunya yang kini berumur satu tahun. Setelah melahirkan, Sukinem dirujuk ke rumah sakit Dr Kariadi, Semarang untuk mengangkap kanker tersebut.

"Tahun lalu kan melahirkan di (Rumah Sakit) Salatiga, mau dikirim ke rumah sakit Kariadi, drop lagi. Sudah dua kali mau operasi," kata Nursam.

Untuk biaya operasi, Nursam mengaku tidak tahu sudah habis berapa. Namun, keluarganya sudah memiliki kartu BPJS. Sehingga biaya operasi ditanggung pemerintah.

Rumah Sukinem.Rumah Sukinem. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom


Nursam yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini berharap, istrinya tersebut mau dilakukan operasi untuk mengangkat penyakitnya.

"Kalau mau menjalani operasi akan saya usahakan lagi. Dulu kan juga sudah pernah (mau dioperasi). Tapi mau masuk ruang operasi malah pingsan," beber Nursam.

Nursam, Sukinem dan lima anaknya tinggal di rumahnya juga memprihatinkan. Rumah mereka terbuat dari kayu dan berdinding papan. Lantainya masih berupa tanah. Rumah itu juga nyaris tanpa sekat dan kamar. Dinding papannya pun terlihat tidak begitu rapat dan hanya ada satu jendela kecil.

Di dalam rumah hanya ada satu sekat yang memisahkan ruang depan sebagai ruang tamu dan belakang sebagai dapurnya. Sekat itu juga hanya terbuat dari terpal plastik.

Rumah Sukinem di Boyolali.Rumah Sukinem di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Di ruang depan hanya ada satu kursi dan meja panjang. Selain itu juga ada ayunan dari kain jarik, untuk mengayun anak bungsunya yang masih berusia satu tahun. Kemudian bagian belakang rumah difungsikan sebagai ruang dapur sekaligus ruang untuk tidur. Ada dua tempat tidur dan kursi panjang di pojok rumah yang di atasnya tertumpuk pakaian.

Tak terlihat adanya lemari untuk menyimpan pakaian. Beruntung, kemarin ada dermawan yang memberikan bantuan sembako, susu dan lainnya termasuk satu lemari plastik.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed