DetikNews
Senin 17 September 2018, 18:47 WIB

Bung Hatta Anti-Corruption Award Tour Singgah di UGM

Ristu Hanafi - detikNews
Bung Hatta Anti-Corruption Award Tour Singgah di UGM Bung Hatta Anti-Corruption Award Tour di kampus UGM. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Bung Hatta Anti-Corruption Award Tour di 11 universitas/kota Jawa-Bali singgah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam tour yang dihadiri Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang ini digelar diskusi musikal antikorupsi dengan peserta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta.

"Lagu bisa menginspirasi banyak orang untuk jadi lebih baik, karena di dalam lagu ada doa, keinginan, dan macam-macam yang memungkinkan kita masuk lebih baik untuk mempengaruhi pikiran orang, memberi imajinasi dan inspirasi untuk menyuarakan antikorupsi," kata Saut, seusai diskusi musikal, Senin (17/9/2018).

Saut menyatakan KPK mendukung penuh tour Bung Hatta Anti-Corruption Award. Dia menyebutkan KPK sendiri juga sejak 4 tahun terakhir menggelar lomba ragam seni dan kreativitas bertema antikorupsi.

"Bung Hatta Anti-Corruption Award ini kita dukung, tak hanya lagu, juga lewat film, baca puisi, karena orang ada yang nggak suka lagu, tapi suka bikin film, beragam semua kreativitas kita pakai," jelasnya.

Salah satu pendiri Bung Hatta Anti-Corruption Award, Sharmi Ranti menjelaskan acara diskusi musikal di 11 universitas/kota ini untuk mengajak generasi muda terutama kalangan akademisi agar terinspirasi dan tergugah untuk konsen masalah korupsi.

"Nanti harapan kita, semua universitas di semua Indonesia mempunyai pemahaman yang sama, korupsi itu tidak memajukan negara. Kalau semua bisa bergerak mulai dari diri kita sendiri masing-masing, ditularkan ke keluarga, teman, dan lingkungan sekitar, dari contoh terkecil rutinitas individu, maka korupsi bisa kita cegah," jelasnya.

Sharmi menambahkan, selama tour ini pihaknya juga mengajak masyarakat mengusulkan sosok yang dinilai layak mendapatkan Bung Hatta Anti-Corruption Award.

"Kalian di kota manapun, kalau melihat ada orang yang patut masuk nominator, dari semua kalangan masyarakat, dia dipandang jujur, bersih, memiliki integritas antikorupsi, silakan usulkan nanti tim juri akan menilai dan melihat track recordnya apakah patut mendapatkan award," terangnya.

Penobatan Bung Hatta Anti-Corruption Award ini berlangsung dua tahun sekali sejak 2003-2004. Tahun ini masuk seleksi nominator dan tahun depan akan diumumkan siapa sosok yang menyabet award.

"Kami juga ada klausul, seandainya orang dapat award, kemudian perilaku atau perbuatannya berubah menjadi yang tidak baik, akan dicabut award-nya. Buat beberapa orang, ini lebih memalukan dari turun jabatan, karena Bung Hatta-nya itu, tidak semua orang berani menerima award itu, karena konsekuensinya berat Jadi kita betul-betul mendorong bahwa orang baik perlu dihargai," imbuhnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed