Kowani Minta Perempuan Indonesia Pilih Calon Yang Jelas

Edzan Raharjo - detikNews
Sabtu, 15 Sep 2018 18:43 WIB
Foto: Edzan Raharjo
Yogyakarta - Konggres Wanita Indonesia (Kowani) yang menaungi 91 organisasi perempuan meminta agar perempuan mempunyai sikap politik dalam Pilpres 2019. Kowani meminta agar perempuan memilih calon yang jelas.

"Kita sendiri sebagai perempuan harus menentukan sikap dan harus mempunyai prinsip, jangan mudah digoyahkan. Sebagai ibu bangsa sejati tidak mudah digoyahkan, bahwa apa yang kita pilih itu adalah prinsip kita yang sekarang sudah menjadi kenyataan di depan kita," kata Ketua Umum Kowani (Kongres Wanita Indonesia) Giwo Rubianto Wiyogo.
Dalam menghadapi tahun politik ini, perempuan mempunyai hak dalam memilih dan hak tersebut jangan sampai diabaikan. Jangan sampai kehilangan kesempatan tersebut untuk berperan dalam menentukan siapa yang akan memipin negara.

Dalam hal pilihan, perempuan mempunyai peran besar. Ia bisa mempengaruhi keluarganya. Sehingga peran perempuan dalam pemilihan itu sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Karena perempuan mempunyai suara yang dahsyat yang dapat membuat majunya pembangunan bangsa.

"Sebagai ibu bangsa sejati tidak boleh digoyahkan bahwa yang kita pilih itu adalah yang sekarang jadi kenyataan. Kita lihat jangan yang tidak jelas, yang jelas-jelas saja yang kita pilih," kata dia disela Sidang Umum Ke-35 International Council of Women (ICW) dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (15/9/2018).

Yang dimaksud yang jelas, adalah yang sudah terlihat manfaatnya pada perempuan yang sudah bisa dinikmati sekarang ini. Saat ditanya apakah yang jelas itu adalah Jokowi yang sebelumnya hadir membuka sidang tersebut, ia menegaskan Kowani tidak berpolitik praktis. Tetapi kedatangan Presiden Jokowi dinilainya sangat antusias dan respon terhadap deklarasi perempuan.

"Saya gak bisa katakan seperti itu, karena kita kan gak boleh masuk ke ranah politik, kita organisasi non partisan dan organisasi tidak berpolitik," kata Giwo Rubianto Wiyogo.

Sebagi organisasi dia berharap pada pemerintah untuk mengakomodir keinginan perempuan Indonesia yang masih terus diperjuangkan, seperti penghapusan kekerasan seksual, UU pekerja rumah tangga. Ia meminta Presiden bisa membuat suatu keputusan bahwa semua perempuan itu wajib menjadi ibu bangsa. (bgs/bgs)