Kepala SMPN 8 Yogya Bantah Wajibkan Siswi Muslim Pakai Jilbab

Usman Hadi - detikNews
Senin, 10 Sep 2018 15:49 WIB
Kepala SMP N 8 Yogyakarta Nuryani Agustina. Foto: Usman Hadi/detikcom
Kepala SMP N 8 Yogyakarta Nuryani Agustina. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY menerima laporan adanya aturan siswi muslim di SMPN 8 Yogyakarta wajib berjilbab. Kepala SMP N 8 Yogyakarta Nuryani Agustina membantah laporan tersebut.

"Tidak ada pelarangan, atau tidak ada ketentuan anak-anak (wajib) menggunakan jilbab. Dalam tata tertib mengenai pasal pakaian, itu anak-anak tidak ada kata wajib menggunakan jilbab," kata Nuryani, Senin (10/9/2018).

Nuryani menuturkan, dalam menerbitkan tata tertib sekolah pihaknya mengacu pada perwal Kota Yogyakarta nomor 57 tahun 2011. Dalam aturan yang disusun sekolah pun tidak ada pasal yang mewajibkan siswi memakai jilbab.

"Secara umum anak-anak di sini (siswi SMP N 8 Yogyakarta) bebas, ya nanti mas bisa melihat bagaimana anak kami itu berpakaian. Memang tidak ada sama sekali, jilbab itu tidak diwajibkan," ungkapnya.

Sementara imbauan guru agama agar siswinya mengenakan jilbab, lanjut Nuryani, yakni berdasarkan keyakinan agama Islam tentang batasan aurat perempuan. Oleh karenanya, guru agama mengeluarkan imbauan tersebut.


"Jadi sekolah tidak mewajibkan, mungkin dari (pelajaran) agama itu ada pas babnya itu. Jadi hanya imbauan saja, dan itu tidak mempengaruhi nilai. Jadi anak misalnya pakai-dilepas (jilbab) tidak apa-apa," ucapnya.

"Itu dalam bidang (pelajaran) agama saja, tidak diharuskan. Kalau pelajaran yang lain tidak ada masalah, tapi dari guru agama kan dalam satu materi itu ada. Jadi tidak seluruhnya (pelajaran diimbau memakai jilbab)," lanjutnya.

Pihak sekolah, lanjut Nuryani, tidak mempermasalahkan adanya siswi yang memprotes imbauan guru agama tersebut. Setelah ini, pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya penyelesaian perkara ke Ombudsman RI Perwakilan DIY.

"Kami serahkan kepada Ombudsman, kami serahkan. Ombudsman sebagai mitra dan kami sebagai pelayan masyarakat, tentu saja ini membantu kami. Jadi (penyelesaiannya) kami serahkan (Ombudsman)," tuturnya.

"Tentu saja kita tindaklanjuti (nanti rekomendasi) Ombudsman seperti apa, yang jelas kami melayani masyarakat sebaik-baiknya. Kami diberi amanah oleh orangtua, kami akan memberikan yang terbaik," lanjutnya.

Nuryani memastikan sekolah yang dipimpinnya adalah sekolah negeri bukan sekolah khusus. Siswa yang belajar di sekolah ini juga berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya dari pemeluk agama Islam.

"Jumlah siswa (SMP N 8 Yogyakarta) ada 960, anak yang Katolik, Kristen, Hindu ada sekitar 200-an. Tentu saja (kasus) ini menjadi bahan evaluasi bagi kami ke depannya, yang namanya masukan itu bagus ya," tutupnya.

Sebelumnya, terdapat wali murid yang melapor ke ORI DIY. Wali murid tersebut keberatan karena putrinya diharuskan memakai jilbab. Kini ORI sedang mendalami kasus tersebut. (sip/sip)