Pesawat yang Diawaki Erix Soekamti Jatuh Dari Ketinggian 5.000 Kaki

Ristu Hanafi - detikNews
Selasa, 04 Sep 2018 20:51 WIB
Ketua JFC, Tjandra Agus Budiman memberikan keterangan pers terkait pesawat latih jatuh di Gading, Gunungkidul. Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Gunungkidul - Vokalis band Endank Soekamti, Erix Soekamti mengalami musibah saat berlatih terbang sore tadi. Pesawat microlight tipe sky ranger yang diawakinya mengalami permasalahan mesin dan jatuh dari ketinggian 5.000 kaki.

"Ketinggian 5.000 feet mesin mati, diputuskan mendarat darurat di landasan Gading, pukul 16.00 pilot declare emergency," kata Ketua Jogja Flying Club (JFC), Tjandra Agus Budiman saat jumpa pers di Media Center Lanud Adisutjipto, Selasa (4/9/2018).

Tjandra menerangkan Erix berlatih terbang didampingi instruktur penerbang JFC, Faslan Havisha. Saat latihan terbang, Erix posisinya sebagai co pilot. Pesawat yang mereka pakai milik Erix.

"Pukul 15.00, Alan (nama panggilan Faslan) sebagai pilot dan Erix sebagai co pilot, keduanya anggota JFC melakukan briefing sebelum latihan rutin, dan cek kesehatan, setelah semua normal, lakukan start engine dan persiapan pesawat, pesawat dinyatakan layak terbang," jelas Tjandra.

Tjandra melanjutkan, setelah lepas landas dari hanggar JFC di Lanud Adisutjipto, pesawat terbang melalui rute penerbangan sisi selatan. Saat itu kondisi cuaca baik dengan kecepatan angin 10 knot. Namun ketika berada di ketinggian 5.000 kaki, mesin pesawat tiba-tiba mati. Pilot kemudian mencoba mendarat darurat di Lanud Gading yang merupakan lokasi terdekat.


"Yang terjadi pesawat tidak bisa masuk landasan Gading, dan sesuai prosedur, pilot wajib cari tempat mendarat paling aman, yang bukan perumahan, tidak timbulkan korban di bawah, dan terutama bisa selamatkan pilot dan co pilot. Dan lokasi paling aman mendarat di kebun, pesawat nyangkut di pohon, titik jatuh di final runway Gading pukul 16.00," terangnya.

Kondisi pilot dan co pilot selamat meski ada kerusakan di badan pesawat. "Puji Tuhan semuanya baik, namun pesawat mengalami kerusakan," ungkap Tjandra.


Tjandra menambahkan penyebab pesawat jatuh itu merupakan keterangan sementara dari pilot. Pihaknya bersama FASI dan Lanud Adisutjipto tetap akan melakukan investigasi lebih lanjut.

"Pesawat sudah dievakuasi, kemungkinan nanti dibawa ke hanggar JFC untuk investigasi lebih lanjut," imbuhnya. (sip/sip)