detikNews
Senin 27 Agustus 2018, 18:40 WIB

Angkutan Umum Mogok, Warga Purworejo Numpang Truk Polisi

Rinto Heksantoro - detikNews
Angkutan Umum Mogok, Warga Purworejo Numpang Truk Polisi Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
purworejo - Ratusan sopir angkutan umum di Purworejo, Jawa Tengah menggelar aksi mogok. Mereka memprotes angkutan berbasis aplikasi online yang dianggap ilegal dan merugikan angkutan konvensional namun masih tetap beroperasi.

Ratusan angkutan umum yang terdiri dari angkot, taksi konvensional, primkopad, dan primkopol berhenti beroperasi dan diparkir di seputaran Alun-Alun Kota Purworejo, tepatnya di depan kantor bupati Purworejo. Para sopir kecewa karena tidak bisa menemui bupati yang sedang dinas luar kota.

"Totalnya yang mogok hari ini ada sekitar 800 an yang terdiri dari angkot, kopada taksi, sindoro sumbing taksi, bagelen taksi, primkopad dan primkopol," kata ketua Organda Kabupaten Purworejo, Achmad Toha yang ditemui detikcom di sela-sela aksi, Senin (27/8/2018).

Massa menuntut agar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek benar-benar ditegakkan. Mereka memprotes angkutan berbasis aplikasi online yang dianggap ilegal namun hingga kini masih tetap beroperasi.

"Sebelum ada kepastian hukum atau ijin trayek dari pusat, kami meminta agar angkutan online baik mobil maupun sepeda motor juga tidak beroperasi di Purworejo," lanjutnya.

Kehadiran ratusan angkutan berbasis online yang dianggap ilegal itu dirasa sangat merugikan pihak angkutan umum lain. Para sopir mengeluhkan omset yang mengalami penurunan drastis.

"Kalau maraknya sejak setahun terakhir ini, jumlah angkutan online yang masuk ke wilayah Purworejo untuk mobil lebih dari 200-an dan sepeda motor juga kurang lebih sama. Hal itu sangat merugikan para sopir karena omsetnya bisa turun hingga 50 persen lebih," imbuhnya.

Jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi, maka mereka mengancam mogok beroperasi besar-besaran bahkan sekala Jawa Tengah dan Nasional. Untuk mengantisipasi efek dari aksi mogok berkelanjutan hari ini, Dishub beserta instansi lain segera menyiapkan armada angkutan untuk mengangkut pulang anak sekolah ke masing-masing sektor wilayah yang telah ditentukan.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Purworejo melalui Kabid Angkutan dan Terminal Dishub Purworejo, Deasy Ari Wulandari menyatakan bahwa masalah tersebut akan segera diselesaikan. Namun demikian semua kewenangan tetap dikembalikan kepada pemerintah pusat.

"Yang berwenang untuk ini nanti dari pusat. Semoga satu bulan ke depan penyempurnaan Permenhub no 108 bisa direalisasikan. Jadi untuk Permenhub tersebut masih nunggu karena masih ada beberapa pasal yang digugat, mari sama-sama kita menunggu," tutur Deasy.

Tidak puas dengan jawaban itu, pihak sopir pun meminta agar ada tindakan tegas dari pemkab yang nyata. Selama Permenhub 108 tahun 2017 belum ditetapkan maka angkutan berbasis online diminta untuk tetap tidak beroperasi di Purworejo.

Akibat adanya aksi itu membuat warga terlantar. Untuk mengatasi hal tersebut, polisi mengerahkan truknya untuk mengangkut warga terutama siswa sekolah.
siswa sekolah diantar pakai truk polisisiswa sekolah diantar pakai truk polisi Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

Meski sudah ada pemberitahuan dan himbauan dari pemkab bahwa akan dilaksanakan mogok angkutan umum, namun tidak sedikit dari warga yang tidak mengetahui adanya pemogokan tersebut. Mereka telah menunggu angkutan, namun tidak ada satupun yang lewat.

Ita Tiningsih (17), siswa kelas 2 SMK yang tidak mengetahui aksi mogok tersebut, kepada detikcom menceritakan terpaksa harus pulang menggunakan truk dari kepolisian setelah menunggu angkutan namun tak kunjung datang. Padahal, ketika berangkat sekolah pagi tadi ia masih menumpang angkutan umum untuk pergi ke sekolah.

"Nggak tahu mas kalau pada mogok angkotnya, dari tadi bingung mau naik apa gak ada angkot lewat, tadi pagi berangkatnya masih pakai angkot padahal. Tapi alhamdulillah ini ada truk polisi yang mau nganterin," kata siswi yang hendak pulang ke Desa Banyuasin, Kecamatan Loano.

Sementara itu, Kabagops Polres Purworejo, Kompol Setyoko mengaku telah mengerahkan anggotanya untuk mengangkut warga dan siswa sekolah. Puluhan armada baik truk maupun mobil bak terbuka juga diterjunkan oleh Pemkab Purworejo. Mereka diantar hingga tempat terdekat dengan rumah.

"Kita telah berkoordinasi dari Polres, Dishub, Kodim, Satpol PP bersama-sama melaksanakan jemput warga terutama anak sekolah yang mau pulang dikarenakan hari ini angkutan umum mogok beroperasi. Mogok tersebut terkait dengan tuntutan keberadaan angkutan online," ungkap Setyoko.


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com