detikNews
Minggu 26 Agustus 2018, 19:23 WIB

'Bajingan' dan Gerobak Sapi Ikut Pawai di Malioboro

Edzan Raharjo - detikNews
Bajingan dan Gerobak Sapi Ikut Pawai di Malioboro Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Para 'Bajingan' ikut memeriahkan peringatan HUT 73 RI di kawasam Malioboro Yogyakarta. Arus lalulintas di jalan Malioboro hingga titik nol kilometer pun ditutup.

'Bajingan' adalah sebutan untuk pengemudi gerobak sapi. Mereka membawa angkutan tradisional yang nyaris punah yakni gerobak dan sapinya, ikut pawai di Malioboro. Komunitas ini seolah mengajak kembali bernostalgia dengan transportasi tradisional yang pernah jaya di masa lalu tersebut.

Gerobak sapi saat ini tidak lagi digunakan untuk angkutan terutama di sawah dan di pedesaan. Gerobak sapi sudah digantikan oleh angkutan mobil.

Namun para komunitas ini masih mempertahankannya. Tidak lagi untuk angkutan namun untuk berbagai kegiatan seperti pawai dan karnaval. Bahkan setiap bulan sekali para pemilik gerobak sapi baik di Bantul, Sleman dan Klaten ini melakukan kegiatan.
Pawai HUT RI di MalioboroPawai HUT RI di Malioboro Foto: Edzan Raharjo/detikcom

Saat pawai di Malioboro pun mereka turut serta. Suara kelontongan yang melilit di leher sapi terdengar serta cambukan para bajingan saat mengemudikan gerobaknya. Bahkan baru kali ini mereka bisa lewat di jalanan Malioboro. Para pengemudi gerobak ikut juga mengenakan pakaian tradisional Jawa dan caping.

Pawai sore ini diikuti sekitar 1.500 peserta. Selain komunitas gerobak sapi dari Kabupaten Bantul, club Jeep, Drum Band Pandu HW, komunitas seni, prajurit Bregodo, komunitas sepatu roda, dan lain-lain. Pawai juga menampilkan potensi-potensi budaya dari desa-desa di DIY.
Diikuti juga mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia yang kuliah di Yogya. Hal ini menunjukan Yogya sebagai miniatur Indonesia,"kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta di jalan Malioboro, Minggu (26/8/2018).

Pawai diikuti juga dari para pelajar sekolah, komunitas masyarakat yang menampilkan kreatifitas masing-masing. Masyarakat, wisatawan lokal maupun asing melihat pawai berjajar disepanjang jalan Malioboro.

Kegiatan pawai ini selain sebagai hiburan masyarakat sekaligus menampilkan berbagai kreativitas masyarakat dan komunitas. Dengan peringatan HUT RI melalui pawai ini dibarapkan semakin mengairahkan semangat kebangsaan dan memupuk persatuan.

Akibat ditutupnya jalan Malioboro selama berlangsunya pawai, arus lalulintas disekitar Malioboro padat dan macet. Arus lalulintas yang akan ke Malioboro dialihkan ke jalur lain.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com