ADVERTISEMENT

Menlu: Palestina Berada di Jantung Politik Luar Negeri Jokowi

Ristu Hana - detikNews
Kamis, 23 Agu 2018 15:50 WIB
Retno Marsudi di UGM (Foto: Dok Humas UGM)
Sleman - Menlu, Retno LP Marsudi, memaparkan kontribusi Indonesia mewujudkan perdamaian dunia. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tidak akan surut. Bahkan dia menyebut, Presiden Jokowi selalu menyebutkan Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia.

Saat menjadi keynote speaker Kongres Pancasila X di Balai Senat UGM, Kamis (23/8/2018), Retno menyinggung upaya dan dukungan Indonesia terhadap Palestina serta stabilitas semenanjung Korea.

"Berbicara Palestina mengenai prinsip yang harus diperjuangkan yakni mengenyahkan pendudukan dan penjajahan. Jalan yang dilalui Palestina terjal dan berliku, dan mungkin masih panjang. Biasanya niat untuk membantu akan surut, tapi tidak untuk Indonesia. Presiden Joko Widodo selalu sebutkan Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia," kata Retno.

Retno menyebutkan, secara konsisten Indonesia selain mendukung secara politik, juga mendukung bidang ekonomi, pemberdayaan manusia, hingga aspek kemanusiaan di Palestina.


Retno mengungkapkan saat menerima kunjungan kehormatan Ketua Komite Olimpiade Palestina setelah pembukaan Asian Games 2018, Jokowi mengatakan Asian Games akan memberikan sebuah energi baru bagi persatuan Palestina. Hal itu terlihat dengan kontingen lebih dari 80 atlet berasal dari Tepi Barat, Gaza, serta diaspora Palestina.

"Presiden Jokowi berharap semangat Asian Games dijadikan sebagai energi baru dalam perjuangan bangsa Palestina. Atas sambutan hangat publik Indonesia atas delegasi Palestina, mereka menyampaikan serasa di rumah sendiri. Juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan Indonesia membela perjuangan bangsa palestina," urainya.


Retno juga mengungkapkan upaya Indonesia menengahi persoalan pengungsian antara Myanmar dengan Bangladesh, serta mengadakan pertemuan ulama antara Indonesia, Afghanistan dan Pakistan pada Mei 2018 untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan.

"Konflik perang tidak akan membawa manfaat bagi siapapun. Indonesia terus berkomitmen memberi kontribusi bagi perdamaian dunia," ujarnya.

"Kita bersyukur Indonesia terjaga dari konflik, salah satu yang menjauhkan dari konflik adalah Pancasila. Oleh karena itu mari kita rawat Pancasila, syukuri keberagaman kita, tebarkan rasa saling toleransi demi mewujudkan mimpi para pendiri bangsa untuk menjadikan Indonesia jaya untuk semua," pungkasnya. (mbr/mbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT