DetikNews
Rabu 22 Agustus 2018, 09:41 WIB

Mahfud Md: Saya Tak Bisa Arahkan Orang Pilih Capres

Usman Hadi - detikNews
Mahfud Md: Saya Tak Bisa Arahkan Orang Pilih Capres Mahfud Md usai menjadi khatib idul adha di Yogya (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Yogyakarta - Mahfud Md meminta masyarakat tidak terbelah karena perbedaan pilihan politik di pilpres, dan pileg 2019 mendatang. Mahfud juga berpesan agar masyarakat memilih pemimpin terbaik sesuai pilihannya tanpa bisa diarahkan siapapun.

"Ya semua gunakan haknya dengan baik, dan sesudah selesai ya sudah terima, yang sudah dipilih oleh rakyat itulah yang terbaik. Kan itu, prinsipnya bernegara itu," kata Mahfud Md kepada wartawan seusai menjadi katib salat idul adha di Stadion Kridosono Yogyakarta, Rabu (22/8/2018).

"Tidak usah saling bertengkar, tidak usah bermusuhan. Pilpres itu kan hanya untuk memilih pemimpin lima tahun. Sedangkan kita bersaudara itu adalah selama-lamanya, selama Indonesia ada, selama hidup kita," lanjutnya.


Mahfud menuturkan, pemilih pemimpin yang sempurna sukar tercapai di pilpres maupun pileg mendatang. Sebab, setiap calon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

"Kalau mau mencari orang yang baik betul itu pasti tidak ada. Tapi dipilih yang baik di antara yang ada. Nah itu, siapa itu? Itu pilihan masing-masing saudara. Tidak bisa diarahkan oleh saya, atau oleh siapapun," ucapnya.


Selanjutnya, Mahfud menanggapi istilah 'pemimpin jahat' yang sempat terlontar, lalu viral di media sosial. Menurutnya, pemimpin jahat bermakna filosofis.

"Ada dalil yang diciptakan oleh Frans Magnis itu. Sebenarnya pemilih itu bukan untuk memilih orang yang terbaik. Karena orang terbaik itu sulit tampil (menjadi pemimpin)," ulasnya.

"Tetapi (memilih) untuk menghindari orang yang jelek atau orang yang jahat pemimpin, gitu aja. Siapa itu (pemimpin jahat)? Terserah saudara saja, jangan tanya ke saya," pungkas Mahfud.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed