DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 16:34 WIB

Viral Video Guru SMK di Purwokerto Tabok 4 Siswanya karena Tak Salat

Arbi Anugrah - detikNews
Viral Video Guru SMK di Purwokerto Tabok 4 Siswanya karena Tak Salat Foto: tangkapan gambar video viral
Purwokerto - Video yang memperlihatkan seorang guru menampar dan memukul empat siswanya viral. Pihak SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto membenarkan video itu terjadi di ruang kelas sekolah tersebut.

Dalam video berdurasi 29 detik ini memperlihatkan seorang guru yang menegur sambil menampar wajah, memukul badan dan menjewer siswanya karena tidak salat. Video tersebut tersebar di aplikasi pesan singkat Whatsapp.

"Ko Islam kok orang gelem salat. Kenapa ora gelem salat?," (Kamu Islam, kok tidak mau salat. Kenapa tidak mau salat?)," tanya guru dalam cuplikan video tersebut seperti yang di dapatkan detikcom, Selasa (21/8/2018).

Setelah mendapatkan peringatan tersebut salah seorang siswa tampak memukul meja. Melihat hal tersebut, sang guru langsung meminta siswa tersebut keluar kelas.

Saat siswa tersebut keluar, sang guru kembali bertanya kepada siswa lain yang tidak salat. Dia kembali menegur sambil memukul pundak dua siswa lainnya. Video tersebut juga menuai berbagai komentar di grup WhatsApp.

"Kasihan gurunya, Bocah ra gelem solat memang kudu dikaya kuwe...disiplin," kata Liliek, salah satu anggota grup WhatsApp.

Salah satu komentar lainnya, Mufid menyebut jika dalam agama memperbolehkan orang tua untuk memberikan teguran kepada anak yang tidak mau salat.

"Di agama dibolehkan, apalagi orang tua, lah guru sebagai representasi org tua di sekolah," ucapnya.

Wakil Humas SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto, Rachmat menjelaskan bahwa video itu merupakan kejadian pada Senin (20/8).

"Iya memang benar, kejadian hari Senin (20/8) kemarin siang. Di tempat kita bisa kalau siang diistirahatkan untuk salat zuhur, jam 12 kurang sudah waktu salat zuhur secara bergantian (siswa) untuk salat," kata Rachmat Wibowo, Selasa (21/8/2018).

Rachmat menceritakan, empat siswa tersebut tidak melaksanakan salat zuhur dan diketahui berada di kantin sekolah.

"Kita berupaya yang terbaik untuk anak-anak. Mereka belajar tapi tidak mengesampingkan soal ibadah. Saat sebagain besar anak-anak salat, malah ada beberapa anak yang tidak mengikuti arahan guru yang bersangkutan malah mereka nongkrong di warung," jelasnya.

Mendapatkan laporan tersebut, guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Imam, kemudian mendatangi empat siswa tersebut.

"Saat mulai masuk ada yang laporan kalau anak-anak itu tidak salat zuhur tapi malah nongkrong di warung. Sebetulnya sih tidak mukul, hanya sebatas nabok pundak, di situ juga ditanyakan kenapa tidak salat kenapa tidak salat, tapi begitu di media sosial orang tanggapannya macam-macam," ujar Rachmat.

Dia mengakui jika tidak semua siswa di sekolah tersebut beragama Islam. Namun selain sekolah sebagai tempat belajar, pihak sekolah juga berupaya untuk membentuk karakter anak dengan mewajibkan salat zuhur.

"Kita di sekolah ini kan tidak hanya sebatas anak belajar tapi kita juga ada upaya membentuk karakter anak. Kita tidak ada niatan untuk menyakiti fisik anak, karena yang kita hadapi disini kan anak SMK bukan anak SD," jelasnya.

Dia mengemukakan jika hingga hari ini belum ada orang tua siswa yang menyampaikan protes terkait peristiwa itu. Namun demikian, pihak sekolah berencana untuk mendatangi rumah orang tua siswa untuk menyampaikan klarifikasi.

"Diselesaikan secara kekeluargaan untuk klarifikasi karena ini kan sudah nyebar (di media sosial)," jelasnya.

Sementara terkait viralnya video tersebut, pihak sekolah juga sudah meminta penjelasan dari Imam.

"Pak Imam secara lisan sudah dipanggil kepala sekolah untuk klarifikasi kebenaran kejadiannya. Kejadian kemarin siang tapi tadi malam viral, jadi tadi malam langsung di telepon dan pagi ini juga sudah menghadap. Intinya diminta untuk bisa lebih menahan kesabaran, untuk ke depannya jangan diulangi lagi," ungkapnya.
(sip/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed