DetikNews
Jumat 17 Agustus 2018, 08:55 WIB

Melihat 'Singgasana' Pertama Bung Karno di Ibu Kota Yogyakarta

Edzan Raharjo - detikNews
Melihat Singgasana Pertama Bung Karno di Ibu Kota Yogyakarta Kursi rotan yang diduduki Bung Karno di Stasiun Tugu (Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
FOKUS BERITA: HUT RI Ke-73
Yogyakarta - Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi salah satu tempat pemberhentian kereta api tertua di Indonesia. Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi saksi bisu perpindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta karena kondisi negara yang genting saat itu.

Sang Proklamator yang juga Presiden pertama RI, Bung Karno, saat itu menggunakan kereta api dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta. Pada tanggal 4 Januari 1946 dini hari, Bung Karno, Bung Hatta, seluruh menteri kabinet, para pejabat tinggi dan rombongan ke Yogyakarta tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Sejumlah barang yang menjadi saksi bisu peristiwa itu kini masih terawat. Selain bangunan bersejarah, juga terdapat sebuah kursi rotan yang tetap terawat. Kursi terebut menjadi tempat duduk Bung Karno saat tiba di Stasiun Tugu.

"Pada saat perpindahan pemerintahan dari Jakarta ke Yogyakarta, Presiden Soekarno menggunakan kereta api dan turun di stasiun Tugu. Di sini ada kursi yang pernah diduduki Bung Karno, kursi tetap kita rawat sampai sekarang," kata EVP PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, Jumat (17/8/2018).


Pihaknya berencana akan membuatkan tempat tersendiri semacam gazebo untuk menempatkan kursi rotan tersebut agar bisa diketahui masyarakat.

Singgasana Pertama Sang Presiden di Ibu Kota YogyakartaFoto: Edzan Raharjo/detikcom
Bangunan Stasiun Tugu Yogyakarta telah ditetapkan sebagai bangunan stasiun cagar budaya. Bangunan tersebut sampai sekarang masih dipertahankan keaslianya. Meski ada penambahan, tetap keaslian tetap dijaga.

Stasiun yang dekat dengan jantung Yogyakarta Malioboro ini mulai dioperasikan sejak 2 mei 1887. Pada awalnya dibangun oleh Belanda untuk mengangkut hasil bumi dari daerah Jawa Tengah dan sekitarnya yang menghubungkan Yogya-Solo-Semarang.

"Stasiun ini peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Bangunan masih asli, kita rawat," kata Eko Purwanto.


Stasiun Tugu menjadi salah satu stasiun yang cukup tua dengan arsitektur yang unik. Gedung stasiun berada di tengah kedua sisi rel kereta api, sedangkan bangunan menghadap ke jalan poros kota Yogyakarta. Arsitektur bangunan bergaya art deco yang sangat populer pada masa antara perang dunia I dan perang dunia II.

Singgasana Pertama Sang Presiden di Ibu Kota YogyakartaStasiun Tugu Yogyakarta (Foto: Bagus Kurniawan/detikom)
Dalam perjalananya, seiring terus meningkatnya kebutuhan transportasi kereta api, stasiun ini terus berbenah. Mobilitas di stasiun Tugu sekarang cukup tinggi yang menuntut penambahan berbagai fasilitas untuk membuat penumpang kereta api nyaman dan aman.

"Kebutuhan transportasi kereta api sekarang terus meningkat, di Yogya ini untuk weekend sehari bisa sampai 8 ribu penumpang naik turun. Maka harus ditata agar nyaman," pungkansya.
(mbr/mbr)
FOKUS BERITA: HUT RI Ke-73
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed