DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 11:38 WIB

7 Kecamatan di Wonogiri Kekeringan, Diprediksi Sampai Oktober

bay - detikNews
7 Kecamatan di Wonogiri Kekeringan, Diprediksi Sampai Oktober Kekeringan di Waduk Gajahmungkur (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Wonogiri - Sebanyak 31 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri dilanda kekeringan. Kekeringan sudah mulai terjadi sejak April lalu. Diprediksi musim penghujan baru akan datang pada Oktober atau November.

Desa-desa tersebut berada di tujuh kecamatan, yakni Paranggupito, Giritontro, Giriwoyo, Nguntoronadi, Pracimantoro, Manyaran dan Eromoko.

Kekeringan sudah mulai terjadi sejak April 2018. Diprediksi musim penghujan baru akan datang pada Oktober atau November 2018.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan jumlah tersebut sudah berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2015, jumlah yang terdampak kekeringan mencapai 38 desa di 8 kecamatan.

"Tahun 2016 tidak kekeringan karena kemarau basah. Tahun 2017 ada 37 desa di 8 kecamatan. Itu sebenarnya ada tiga desa yang sudah terentaskan tetapi muncul dua desa baru yang kekeringan," ujar Bambang, Kamis (16/8/2018).

7 Kecamatan di Wonogiri Kekeringan, Diprediksi Sampai OktoberKekeringan di Kabupaten Wonogiri (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sejak beberapa tahun terakhir, kata Bambang, Pemkab Wonogiri terus melakukan antisipasi yang bersifat permanen, dengan mengoptimalkan jaringan perpipaan air tanah.

"Jadi misalnya daerah yang punya potensi air tanah akan kita perbesar jaringannya. Ada juga yang pakai air permukaan, tapi jumlahnya sedikit. Tahun ini kita anggarkan Rp 10 miliar," kata dia.


Selain itu, pihaknya juga menyiapkan langkah semipermanen maupun darurat. Semipermanen yakni dengan merevitalisasi embung maupun telaga agar lebih optimal.

"Seperti di Wonogiri selatan kering tapi punya embung, tapi masih konvensional. Itu kita optimalkan," katanya

Langkah terakhir ialah pengiriman air bersih ke daerah-daerah yang kondisinya sudah darurat. Namun Bambang memastikan pembagian akan dilakukan dengan efisien.

"Biasanya kan tidak rata karena masyarakat ambilnya bawa ember, ukurannya berbeda-beda. Nanti kita tampung dulu baru disalurkan dengan merata," katanya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed