DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 15:26 WIB

12 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Batal Berangkat

Ragil Ajiyanto - detikNews
12 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Batal Berangkat Pemberangkatan jemaah calon haji Kloter 95 Embarkasi Solo. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali - Seluruh jemaah calon haji dari wilayah Jateng dan DIY sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Terdapat 12 jemaah Embarkasi Solo yang batal berangkat tahun ini.

Kelompok terbang (Kloter) 95 atau Kloter terakhir diterbangkan pukul 13.00 WIB siang tadi.

"Alhamdulillah untuk pemberangkatan Kloter 95 tidak ada persoalan. Kloter yang penuh dengan dinamika, Kloter yang penuh penggabungan dari beberapa kabupaten dan kota, tapi alhamdulillah sampai saat proses pemberangkatan semua bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada persoalan yang berarti," ujar Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Afief Mundzir, kepada detikcom di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Rabu (15/8/2018).

Kloter 95 merupakan gabungan dari sejumlah Kabupaten/Kota, khususnya jemaah yang tertunda keberangkatannya karena sakit. Mereka berasal dari 12 Kabupaten/Kota, diantaranya Pekalongan, Grobogan, Demak, Temanggung, dan Boyolali.


"Dipastikan mereka yang berangkat di Kloter 95 ini sudah dalam kondisi fit dan siap terbang. (Kloter 95) Total 345 jemaah, sudah termasuk petugas kloter yang ada di kloter tersebut. Sebanyak 221 jemaah dari Cilacap, sisanya dari beberapa Kabupaten/Kota," jelasnya.

Pada proses pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Solo, ada 12 jemaah yang gagal berangkat. Hal itu dikarenakan sakit, hamil muda dan permasalahan visa.

Pemberangkatan jemaah calon haji Kloter 95 Embarkasi Solo.Pemberangkatan jemaah calon haji Kloter 95 Embarkasi Solo. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

Rinciannya, terang Afief, tujuh jemaah tidak istitoah atau tak memenuhi syarat kesehatan karena sakit, sehingga urung diberangkatkan beserta dua pendampingnya. Dua jemaah lainnya karena hamil muda dan satu jemaah asal Kabupaten Brebes karena terkendala visa.


"Satu jemaah karena persoalan visa dari Kabupaten Brebes. Karena pergantian jemaah. Jadi ada jemaah yang meninggal dunia, kemudian digantikan oleh ahli warisnya (berangkat haji). Namun pengurusan visanya terkendala waktu karena sangat mepet, ya sudah kita tunda dan akan diberangkatkan tahun 2019," kata Afief.

Sebanyak 12 jemaah yang gagal berangkat tersebut secara otomatis akan diprioritaskan berangkat di tahun 2019 atau 2020. Namun jika di tahun 2020 belum memenuhi syarat kesehatan, biaya haji akan dikembalikan.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed