DetikNews
Selasa 14 Agustus 2018, 13:46 WIB

Musim Kemarau, 9 Kecamatan di Brebes Krisis Air Bersih

Imam Suripto - detikNews
Musim Kemarau, 9 Kecamatan di Brebes Krisis Air Bersih Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Memasuki pertengahan bulan Agustus, sejumlah wilayah di Kabupaten Brebes, mulai kekurangan air bersih. Sumur sumur warga sebagai satu satunya sumber air mulai mengering. Sebanyak 9 dari 17 kecamatan di Brebes mengalami krisis air bersih.

Ketua PMI Cabang Brebes, Wahidin Soedja menjelaskan daerah daerah yang mengalami krisis air bersih berada di wilayah Pantura dan wilayah tengah. Di wilayah Pantura semua kecamatan yang terkena krisis air bersih adalah Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Sedangkan di wilayah tengah, empat kecamatan yang warganya membutuhkan air bersih adalah Kecamatan Songgom, Larangan, Ketanggungan dan Banjarharjo.

"Paling parah di Pantura adalah di Tanjung karena sudah beberapa kali meminta bantuan air. Karena di Tanjung banyak desa yang terdampak musim kemarau," ujar Wahidin.

Permintaan air bersih, kata Wahidin, mulai ada sejak awal Agustus. Permintaan datang terutama dari daerah-daerah yang sumber airnya sedikit seperti di pantura kapur. Diprediksi, permintaan air bersih ini akan berlangsung dan mencapai puncaknya pada September 2018.

"Ada daerah yang sumurnya sudah kering sejak Juli. Untuk mandi saja sudah tidak ada," terang dia.

Dikatakan pula, air bantuan dari PMI ini adalah air bersih layak minum. Namun demikian harus dimasak terlebih dulu sebelum dikonsumsi.

"Kami telah data desa desa yang kekurangan air. Mereka sudah mengirimkan surat permintaan air bersih ke PMI. Semua kami layani berdasarkan permintaan pihak desa," imbuhnya.

Untuk memenuhi permintaan akan air bersih, setiap hari PMI Brebes menyalurkan 1 sampai 3 tangki. Tergantung dari jarak desa yang akan dibantu.

Saat dikonfirmasi Kepala BPBD Brebes, Eko Andalas menyatakan, pihaknya sudah memerintahkan seluruh camat untuk melaporkan desa-desa di wilayahnya yang kekurangan air bersih.

"Catatan tahun kemarin ada 6 kecamatan dan sekarang bertambah manjadi 9 kecamatan," ungkap Eko Andalas.

Eko Andalas mengakui, selama ini permintaan air bersih dari desa banyak yang masuk secara langsung ke PMI. Namun demikian, Eko meminta agar desa yang meminta bantuan air baik ke PMI atau pihak lain, tetap memberikan tembusan ke BPBD sebagai laporan.

"Silahkan desa meminta air ke pihak manapun. Tapi harus tetap lapor ke BPBD. Nanti akan dijadikan dasar laporan kekeringan di Brebes," pungkasnya.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed