Mendikbud Akan Ajukan Gamelan Jadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 10 Agu 2018 07:13 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy (kanan) memukul gendang membuka IGF 2018 di Solo. Foto: Dok Pemkot Surakarta
Solo - Pemerintah berencana mengajukan gamelan menjadi warisan budaya dunia ke organisasi pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO. Gamelan diajukan sebagai warisan budaya tak benda.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan pembukaan di International Gamelan Festival (IGF) 2018 di Benteng Vastenburg, Solo,, Kamis (9/8/2018) malam.

"Pada kesempatan ini, saya sampaikan Kemendikbud dan tim penilai mengusulkan gamelan sebagai warisan budaya dunia tak benda," kata Muhadjir.

Kemendikbud menargetkan naskah pengajuan dapat dikirimkan pada Maret 2019 nanti. Pihaknya pun akan segera menyusun naskah tentang gamelan.

"Indonesia ke UNESCO telah menetapkan gamelan untuk diajukan sebagai nominasi Indonesia yang akan dikirim ke sekretaris UNESCO pada Maret 2019 dan akan dibahas pada tahun 2021," ujarnya.

Kepada para komunitas dan pelaku seni gamelan atau karawitan, Mendikbud meminta dukungan moral dan teknis. Mereka diminta ikut menyusun naskah pengajuan yang akan dikirimkan kepada UNESCO.

"Tim penyusun meminta dukungan dari seluruh komunitas gamelan agar penyusunan naskah nominasi ini dapat berjalan lancar," kata dia.

Dalam pentas gamelan akbar IGF, dia mengatakan alat musik asli Indonesia ini sudah dipelajari di dunia internasional. Bahkan banyak komunitas gamelan yang muncul di berbagai belahan dunia.

Komunitas-komunitas itu diundang untuk tampil di kota budaya Surakarta. Sedikitnya 19 kelompok gamelan dunia tampil di IGF 2018 bersama 73 kelompok lokal.

"Sesuai tema Homecoming, ini menjadi arena mudik dan silaturahmi bagi pemain gamelan yang sudah berdiaspora di berbagai belahan dunia," tutupnya. (sip/sip)